PINJAMAN YANG BAIK

•June 30, 2007 • Leave a Comment

PINJAMAN YANG BAIK

10095882.jpg

Bagi kebanyakan orang, masalah pinjam meminjam adakalanya merupakan masalah yang sensitif, utamanya bagi si peminjam ,ada risiko jika saat dipinjamkan barangnya mungkin menjadi rusak, berkurang nilainya atau bahkan tidak di kembalikan. Namun tidak semua aktivitas pinjam meminjam seperti itu. Ada aktivitas pinjam meminjam dimana peminjamnya dijamin tidak akan rugi,pinjaman itu justru melahirkan ketenangan, ketentraman dan ampunan dosa bagi peminjamnya, apakah itu? Ya aktivitas pinjam meminjam seorang hamba dengan Allah SWT.

 

Bagitu pemurahnya Allah sehingga dunia dan alam seisinya telah Allah sediakan bagi manusia untuk dikelola dibangun , dipelihara, dan dijaga, yang pada hakekatnya adalah modal untuk dapatnya manusia sbg hamba memberikan pinjaman kepada Rabbnya.Allah dengan Keagungan dan KebesaranNya tentu saja tidak memerlukan pinjaman itu, kitalah manusia yang membutuhkannya dengan harapan keridhoan dan balasan berlipat yang dijanjikanNya.

Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia melipat gandakan (balasan) untukmu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun. QS At Taghabun(64) : 17.

Dengan apa kita akan memberikan pinjaman kepada Allah?, salah satunya adalah dengan amal amal kebaikan yang kita lakukan.amal amal yang dilakukan dengan tujuan hanya untuk Nya , disertai keikhlasan dan tentu dengan cara yang disyariatkanNya pula.

 

Tak pernah ada kata sia sia untuk sebuah amal kebaikan karena Allah tak pernah lalai menilai dan mencatat sekecil apapun amalan itu, semisal membuang duri dan menyingkirkan halangan di jalan,tidak melakukan sesuatu yang sia sia, memberikan senyum kepada saudara kita bahkan sekedar hanya menutupi atau membuang -maaf- ingus di masjid.

 

Dari Abu Dzarr ra, ia berkata : Nabi saw bersabda : Diperlihatkan kepadaku amal amal perbuatan ummatku, yang baik maupun yang jelek. Aku mendapatkan dalam kelompok amal perbuatan yang baik, diantaranya menghlangkan gangguan dari jalan, dan aku mendapatkan dalam kelompok amal perbuatan yang jelek, diantanya, ingus yang dibiarkan di Masjid tanpa ditutupi atau dibuang. (HR Muslim).

Begitu beruntungnya kita sebagai seorang muslim, bila di setiap tarikan nafas yang kita hembuskan, setiap langkah kaki yang kita ayunkan, setiap aliran darah yang kita denyutkan, dan setiap buah pikiran yang kita lintaskan, seluruhnya berisi qordlon hasanan (pinjaman yang baik) kepada Allah SWT,sehingga kelak kita tinggal memanen hasilnya, disaat tiada hasil panen (baca=bekal)yang lebih berharga, kecuali amal amal kebaikan kita.

 

Wallahua’lam bishowab.

sumber :  http://www.eramuslim.com/atk/oim/7630083310-pinjaman-baik.htm

sumber :

MENUNGGU

•June 29, 2007 • Leave a Comment

park4l.jpgKata orang, pekerjaan yang paling membosankan adalah “menunggu”.suami menunggu istrinya belanja, istri menunggu suaminya dari pulang kerja, ibu menunggu kelahiran anaknya, pedagang menunggu pembeli, murid menunggu hasil ujian, pekerja menunggu gajian,si sakit menunggu kesembuhan, mahasiswa menunggu lulus dll.

 

Selama menunggu seseorang bisa hanya berdiam diri tanpa melakukan hal apapun,ada pula yang “disambi” mengerjakan pekerjaan lainnya mulai dari yang bermanfaat,sia sia bahkan merugikan orang lain semisal, baca buku, kerja part time,ntraktir gelandangan,nelpon teman, ngeblog , browsing internet, nonton sinetron, menjahili orang,ngegosip tetangga, dsb tergantung situasi.dampak kerja sambilan yg bermanfaat adalah kebaikan baik itu bagi diri sendiri maupun oranglain, efek kerja sambilan yg sia sia ya sebatas pada kesia sian pula,risiko dari pekerjaan sambilan yang mengganggu orang adalah keburukan pribadi maupun umum.

 

Namun apapun judul menunggunya kerap kali benar bahwa menunggu merupakan pekerjaan yang membosankan, menggelisahkan, dan membuat si penunggu menjadi berharap harap cemas.

 

paling tidak ada dua hal yang menjadi penyebabnya.

 

Pertama, karena proses menunggu adalah proses yang identik dengan ketidak pastian, tidak pasti akan kondisi akhir masa menunggu, datang /tidak, berhasil/gagal, selesai/belum selesai, sembuh/tidak sembuh, menang/kalah dll. Ibarat prognosis(kesembuhan) suatu penyakit, menunggu layaknya prognosis yang dubia, bisa dubia et bonam (cenderung baik) bisa dubia et malam (cenderung buruk).

 

Kedua, karena proses menunggu memerlukan bekal energi tersendiri, energi keberanian,kesabaran, ketaatan, keikhlasan,kedisiplinan dan pengorbanan.Tanpa semua energi itu maka bisa jadi seorang penunggu menjadi ,putus asa, nekad, berhenti dan keluar dari tujuan penantiannya dan gagal lah dia sebagai seorang penunggu.risikonya? ya tergantung judul menunggunya.

 

Begitulah pekerjaan bernama “menunggu”

 

Diluar itu, sadarkah kita bahwa kehidupan kita di dunia ini pada hakekatnya adalah sebuah proses “menunggu”.apa yang kita tunggu ?,tidak lain adalah kehidupan lain sesudah kematian kita, sebuah masa depan abadi yang kita masih buta sama sekali akan kondisi akhirnya.kelak selamatkah kita ? atau celaka kah kita?, cukupkah bekal kita untuk kesana?.dsb.

 

Untuk itu dimasa menunggu ini, sangat disayangkan bila kita hanya berdiam diri ,terlebih lagi bila menjebakkan diri pada sesuatu yang tidak berarti bahkan bernilai keburukan.sungguh amat sangat sayang.naudzubillah.

 

Kesiapan menghadapi kehidupan sesudah kematian sesungguhnya adalah kesiapan menghadapi kehidupan sebelum kematian itu sendiri.kesiapan di dalam menghadapi persoalan persoalan di “masa menunggu”.

 

bekal keberanian, kesabaran, ketaatan, keikhlasan,kedisiplinan dan pengorbanan harus senantiasa terus cukup tersedia, terarah , lurus tidak keluar dari tujuan diciptakannya kita , terbingkai oleh aturan aturan yang telah di tetapkanNya , tanpa penolakan, di penuhi loyalitas seorang hamba ,berlepas diri dari selainNya, total,paripurna sampai akhir.

 

Maha suci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun. (al Mulk 1-2)

 

Senyampang masih diberikan waktu “menunggu ” mari bermohon padaNya agar “menunggu” kita menjadi sarat dengan sesuatu yang bermakna sebagai sebaik baik bekal, saat penantian itu berakhir.

 

Pada hakekatnya “Menunggu” kita adalah seleksi alam yang sesungguhnya.

 

Wallahu a’lam bishowab.

 

IMUNITAS SPIRITUAL

•June 19, 2007 • Leave a Comment

nk1.jpgTidak setiap paparan kuman pathogen yang masuk ke tubuh menyebabkan sakitnya kita.Salah satu sebabnya adalah akibat peran daya tahan tubuh kita atau yang biasa disebut imunitas/kekebalan.

 

Begitu pula,dalam kehidupan kita sebagai seorang muslim,tak jarang kita dipapar berbagai kuman yang membahayakan kemusliman kita.kuman pathogen itu bisa bernama keyakinan berlatar agama selain islam, isme (sekularisme,liberalisme, marxisme,atheisme, pluralisme, westernisme dll), gerakan gerakan terorganisir universal berupa perusakan akhlaq, penghancuran fikrah(pemikiran),pelarutan kepribadian, penumbangan aqidah, dan pemberian loyalitas buta kepada musuh musuh islam dll. Lihatlah bagaimana kuman2 itu menyebar melalui yayasan, lembaga berlatar belakang sosial, ekonomi ,bahkan media/pers yang menghasilkan berita dalam sudut pandang yang bisa dipesan dsb. Semua itu tak lain adalah dalam rangka membombardir umat islam agar tak sehat dan menjauhi bahkan keluar dari islamnya, secara cepat maupun lambat.Untuk itu tak pelak lagi dibutuhkan sebuah imunitas spiritual yang cukup secara kualitas dan kuantitas untuk menghadapi sebaran penyakit iman itu.

 

Paling tidak ada 3 kompetensi yang perlu ditumbuhkan dalam diri setiap muslim agar imunitasnya menjadi cukup punya daya tahan dan daya lawan.

 

Pertama, adalah kompetensi kognitif, bagaimana seorang muslim perlu mempunyai penguasaan dalam hal teori (baca= pengetahuan dan wawasan keislaman).minimal seorang muslim kenal pada prinsip prinsip(mabda) islam seperti dasar dasar aqidah, akhlaq, ibadah dll. Selain itu seorang muslim juga mesti kenal dan faham bagaimana konsep pemikiran (fikrah) islam, termasuk pengenalan system(manhaj) nya yang begitu syamil dan kamil.dengan dimilikinya kompetensi kognitif ini seorang muslim akan punya dasar yang kokoh sekaligus punya hujjah(alasan) yang jelas ketika beramal dan menghadapi paparan teori dan pemahaman yang kontra islam.

 

Kedua, adalah kompetensi afektif (baca= moral, manawiyah, ruhaniyah).kompetensi ini akan memberikan inner energi yang luar biasa untuk menstabilkan diri tetap berpegang pada sesuatu yang haq.kompetensi manawiyah ini dapat dicapai dengan melalui pembinaan dan tazkiyatun nafs yang istimrar (kontinyu) dan termanage dengan baik mulai dari perencanaan,pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi /kontrolnya.main projectnya jelas adalah menuju bagaimana setiap muslim semakin dekat dengan Allah, melalui amal amal yaumiyahnya. Dengan dimilikinya kompetensi afektif pada diri seorang muslim akan melahirkan kesetiaan yang kokoh pada islamnya dan kemauan yang kuat utk mempertahankan diennya.

 

Ketiga adalah kompetensi skill (baca= amal).Pemahaman yang baik, ruhiyah yang kokoh tanpa di barengi oleh perbuatan yang nyata (amal), sama artinya dengan hanya menjadikan islam terbatas sebagai wacana saja bukan solusi.belumlah lengkap keimanan tanpa diwujudkan dengan amal perbuatan.ibarat orang membaca dan memahami bahaya merokok bagi kesehatan, tetapi tak pernah berupaya menghentikan dirinya dari menghisap rokok, tentu apa yang dibaca dan dipahaminya itu menjadi sesuatu yang kurang manfaatnya.no action talk (read) only.kompetensi amal ini dapat dibangun melalui latihan latihan, latihan memanfaatkan setiap upaya kearah kebajikan sebagai peluang beramal, latihan untuk menumbuhkan semangat memberi / berkontribusi dan berkorban (harta, waktu, tenaga, pikiran, jiwa dll) untuk islam.

 

Dengan tiga kompetensi diatas maka diharapkan imunitas spiritual seorang muslim menjadi lengkap, dan tetap kokoh dalam agamanya ketika mesti menghadapi virus virus kekufuran yang menginvasi dengan massif nya.

 

Wallahu alam bishowab

riset berbasis Qur’an

•May 31, 2007 • Leave a Comment

endoftimes24.jpgdalam benak saya mucul pemikiran, selama ini kita (umat muslim ) seringnya banyak ketinggalan masalah ilmu ilmu ilmiah, sesuatu hal misalnya ,setelah diteliti barat (nota bene bukan islam) ,baru kita katakan…. ooo ternyata ada tuh di Al Qur’an, misalnya pada kasus fenomena terbelahnya bulan kita ketahui dari research yg di lakukan NAZA(barat) bahwa di suatu zaman di masa lalu bulan pernah terbelah. Dan Al Qur ‘an sudah menceritakan kejadian itu jauh sebelum NAZA menemukannya.Kalo ditelusur masih banyak fenomena atau contoh lain soal kebenaran /pembuktian kebenaran Quran terkait ilmu ilmiah.

 

 

ibarat makanan, kita punya buku resep2 lengkap , tapi kita dapatkan makanan itu dari orang lain ,lalu kita bilang ooo …dalam buku resep saya ,makanan ini ada lho.
tentu alangkah lebih indah saya kira,bila kita buat makanan itu sendiri dengan cara berdasarkan resep dari buku resep lengkap yg kita punya tadi.lalu kita katakan pada orang , ini lho buku resep saya yang hebat, yang dengannya saya bisa membuktikan betapa resep didalamya adalah benar dengan bukti lezatnya makanan ini,.

 

istilahnya kita “mencegat” ketertinggalan kita di bidang iptek , dengan riset berbasis Quran, karena kalo risetnya berbasis Quran kan pasti benernya tuh.ini bedanya dg riset yg dilakukan berdasarkan logika manusia dan berdasar hasil riset peneliti yg lalu2, bisa hasil akhirnya betul bisa juga hasilnya salah(contoh kayak nasib teori evolusinya Darwin itu), belum lagi kalo kita lihat tentang “kejujuran” hasil sebuah penelitian (hasil penelitian tipu2/rekayasa), peneliti khan juga manusia, ada juga yg tidak jujur(bagi yg tdk punya konsep spiritual , masalah kejujuran bukan hal yg penting, segala cara dilakukan yg penting riset sesuai dg yg diinginkan), spt kasus hasil riset ttg kloning di korea bbrp th yll, ini adalah contoh bahwa hasil sebuah riset dari org2 yg tdk punya dedikasi pada kebenaran ilmu, ya untungnya kasus itu terungkap , coba kalo tdk, lalu ia dijadikan rujukan oleh peneliti lain?. ya walaupun ini hanya sebagian kasus dari oknum saja, saya percaya masih sangat banyak peneliti yg jujur yg mendedikasikan risetnya pada kebenaran ilmu.kesimpulan : “pilihan terbaik, adalah riset berdasar Alquran”.

 

he he… tapi masalahnya apa semudah itu ya?, mungkin hanya para researcher muslim yang bisa menjawab.selama ini saya juga baru hanya bisa menjadi konsumer hasil penelitian saja.

membalas email

•May 31, 2007 • Leave a Comment

hummingbird_puzzle_small.jpgsuatu hari suami saya mengingatkan, kenapa kok saya tidak segera membalas email seorang kawan.sebenarnya bukan saya malas membalas , tapi mebalas kan bisa nanti nanti kalo sudah agak longgar waktunya, toh emailnya bukan email emergency (setidaknya bagi saya), begitu pikir saya waktu itu.
Dihari yang lain saya menunggu nunggu balasan email dari seorang kawan yang lain, karena suatu urusan buat saya jawaban emailnya sangat penting dan cito (emergency).sehari….. dua hari…… tiga hari berlalu,dan balasan emailnya tak kunjung datang…………..lalu diotak saya mulai add file baru berisi pertanyaan pertanyaan kenapa si kawan ini belum membalas email saya.apa dia diluar kota? apa koneksi internetnya terganggu ?apa dia masih membutuhkan waktu utk membuat jawaban email saya?apa dia sakit? apa dia begini ………apa dia begitu……….dan seterusnya. Mau tak mau mesti ada alokasi energi tersendiri buat memikirkannya.

Namun dibalik itu semua, saya bersyukur jadi bisa belajar, betapa urusan sederhana serupa membalas email (yang dalam ukuran kita bukan email emergency), mungkin jadi tidak sederhana bagi orang lain yang sedang menunggu balasannya.Dan bisa jadi menjadi urusan utama ketika kita mengingat bahwa “membalas email ” ini merupakan salah satu aplikasi “membantu /mempermudah urusan orang lain”


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda: ‘Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya’. (HR. Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).


ada rasa haru di hati mengingat kisah bagaimana Abu hurairah keluar dari masjid saat beri’tikaf karena mesti menunaikan urusan saudaranya yang mesti dibantunya. Yang i’tikaf saja dikecualikan untuk menbantu urusan orang lain, apalagi sekedar kesibukan sehari hari yang sebetulnya dengan manajemen yang baik mestinya bisa diselesaikan tanpa harus mempersulit urusan orang lain serupa menunda membalas emailnya.

Pun hati menjadi tersentuh, mengingat kisah ketika sahabat Ali bin Abi tholib nyaris terlambat datang ke jamaah sholat subuh di Masjid , karena Ali tidak mau mengganggu urusan “berjalan” seorang Yahudi tua yang di temuinya dijalan, dimana Ali ketika itu Ali tidak ingin mendahului si Yahudi yang berjalan sangat lambat, khawatir sesuatu terjadi pada Pak Tua yang berjalan sendiri itu.Kepada seorang Yahudi saja begitu mulia akhlaq sahabat Ali ra, bagaimana lagi kepada saudara saudaranya sendiri, sesama muslim.

Begitu agungnya islam yang tidak men diskriminasi masalah “menolong dan memudahkan” urusan orang lain, kepada siapa saja,dimanapun berada, apapun urusannya (dalam hal yang baik tentu), termasuk urusan membalas email .

berubahhh……….

•May 31, 2007 • Leave a Comment

laser5-sm2.jpgberubahhhhhh…………………
ini adalah kata kata ajaib yang diucapkan power ranger sesaat sebelum mereka bermetamorfosis. Selanjutnya yang nampak adalah proses perubahan perubahan dahsyat bagaimana badan organik manusia berinterferasi dengan badan non organik semacam logam dan cahaya yang menghasilkan kekuatan superhebat pembela kebenaran yang mengalahkan musuh musuh jahatnya. manusia biasa telah menjadi manusia luar biasa.
ah dasar mantan sufi……..(suka tivi).


Btw berbicara masalah berubah dan perubahan , apa sih yang tidak berubah di dunia ini ?.
sudah menjadi sunnatullah semua makhluq akan mengalami perubahan, karena sejatinya kehidupan ini dinamis/bergerak. pergerakanlah yang membawa perubahan.Pergerakan kearah positip akan menghasilkan perubahan yang positip, sebaliknya pergerakan yang negatip akan membuahkan perubahan yang negatip pula. tinggallah kita bebas memilih mau berubah kearah positip atau negatip.
Sebagai seorang muslim(orang yang diennya islam), dimana nantinya kita mesti mempertanggung jawabkan segala “pergerakan kita” di dunia tentulah kita tak mau merugi dengan mempertaruhkan diri mengikuti arus perubahan negatip. Maka jalan satu satunya adalah dengan mengikuti arus pergerakan positip, dimana pastinya Islam lah yang dijadikan satu satunya dasar dan arus utama pergerakan menuju perubahan itu.Perubahan islami !!!.
Gerbang perubahan
Hal pertama yang paling mendasar untuk bisa berubah(semakin dekat dengan islam) adalah bagaimana memperbaiki penghayatan terhadap syahadatain. Bila telah kokoh tertanam dalam jiwa bahwa tiada illah yang patut disembah selain Allah dan Muhammmad adalah Rasulnya (dengan konsekuensi bahwa rasul adalah uswah rujukan dalam seluruh perikehidupan) maka apalagi yang bisa menghalangi seseorang untuk bermetamorfosa dari hamba biasa menjadi hamba yang luar biasa ?
Luar biasa karena secara individu ,keyakinan (aqidi), ruhani , pemikiran,wawasan,tingkah laku dan perasaannya sudah tercelup dengan nilai nilai islam.
luar biasa karena sebagai makhluq sosial kehidupannya dalam masalah kemasyarakatan,ekonomi,budaya, politik,pendidikan dll senantiasa mengupayakan merujuk pada bagaimana islam mengaturnya.
Luar biasa karena islam sebagai way of lifenya tidak hanya indah dalam tataran teori dan wacana tetapi juga diupayakan teraplikasi dalam kehidupan nyata dengan kaffah, utuh tidak parsial.
bijak dalam berubah
Perubahan adalah sebuah proses.sudah menjadi tabiat sebuah proses,untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas maka proses tersebut butuh tahapan tahapan, tidak bisa instan.Pun demikian perubahan mesti dilalui dengan bijak.bijak dalam berubah adalah dengan menjauhkan perubahan dari ketergesa gesaan untuk segera memperoleh hasil, senantiasa bersabar atas tiap fasenya,dengan tidak melupakan perlunya menjaga agar grafik perubahan diri itu secara umum menggambarkan akselerasi, bukan regresi .
untuk ini memang dibutuhkan sarana penunjangnya.sarana itu dapat berupa pengembangan kognitif, afektif dan skill dalam wadah tarbiyah islam (pendidikan islam) secara sungguh sungguh, konsisten, kontinyu dalam berbagai aspek aqal, jasad dan ruhy.

 

“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan demi bulan apabila mengiringinya, dan malam bila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penciptaannya (yang sempurna), maka Allah mengilhamkan pada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya”.(Asy-Syams: 1-10).

 

semoga kita bisa menjadi jiwa jiwa yang memilih jalan ketaqwaan sebagai tujuan perubahannya,

 

ayo Berubahhhhh..……………………

rahasia amal tiada henti

•May 31, 2007 • Leave a Comment

sesuatu yang melatar belakangi kerja dan produktivitas amal kebajikan seorang muslim mestinya mengalir layaknya aliran air, mengalir terus, terus dan terus tiada lain kecuali keyakinan yang tertanam kokoh dalam dadanya ,bahwa Allah SWT tiada pernah lengah melewatkan satupun amal amal itu sebagai sebuah catatan kebajikan yang kembali baginya, sekalipun kebajikan itu hanya sebesar zarrah.
“Dan katakanlah, bekerjalah kalian, maka Allah dan RasulNya serta orang orang mukmin akan melihat pekerjaaan kalian itu, dan kalian akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui yan ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan” (At Taubah 105)

sehingga kejenuhan , kebosanan, kelelahan atau kesedihan dalam menghadapi tribulasi sebagai konsekuensi dalam beramal kebajikan otomatis akan terbakar dengan sendirinya oleh self motivation yang berakar dari keyakinan akan balasan Allah bagi setiap amal kebajikan itu.Tak peduli apakah orang lain memuji, menghargai, mengapresiasi atau bahkan mencaci, memaki,dan memfitnah . Tak peduli apakah orang akan menyambut, menerima atau bahkan mengacuhkan dan memalingkan muka ,terus, terus dan terus beramal tiada henti.

Disisi lain seorang muslim mestinya menyadari bahwa, ada dimensi waktu yang membatasi kesempatan untuk beramal kebajikan, waktu itu hanyalah sepanjang masa usia kehidupan di dunia,padahal setiap kita tak pernah tahu seberapakah lagi masa kehidupan itu masih tersisa.sehingga berlomba dengan waktu dalam beramal adalah satu satunya pilihan bijak utk dapat mengumpulkan sebanyak banyak bekal.

wallahu a’lam bishowab

berteman dengan kematian

•May 31, 2007 • Leave a Comment

Bismillahirrahmananirrahiim

“setiap yang berjiwa akan merasakan mati”(QS Ali Imran :185)

 

ayat ini pasti sudah tidak asing lagi bagi setiap kita , mungkin sudah berkali kali dalam hidup kita kita membaca, mendengar bahkan merenungkan ayat tersebut. Namun pertanyaan selanjutnya adalah sejauh mana mana yang terkandung dalam ayat itu dapat merubah diri kita menjadi pribadi muslim yang lebih baik?

 

Kita masih tetap saja tidak bersegera bahkan bermalasan menyambut seruan ibadah, seruan dawah, seruan beramal kebajikan,padahal kita tahu bahwa kita hanya punya waktu yang sedikit menyiapkan bekal untuk perjalanan panjang setelah kematian.dan sebaik baik bekal adalah taqwa

 

kita masih tetap saja melakukan kemaksiatan demi kemaksiatan yang sedikit demi sedikit mencerabut keimanan dalam diri kita ,sebagaimana yang disampaikan imam ibnu Athoillah rontoknya iman ini akanterjadi pelan pelan, terkikis sedikit demi sedikit sampai akhirnya tanpa terasa habis tandas tidak tersisa, padahal kita tahu bahwa hanya dengan keimanan yang jujur dan teruji kita akan selamat diakherat

 

atau bahkan kita telah menipu Alloh dengan keimanan palsu dengan mencampur adukkan sesuatu yang haq dengan yang bathil sehingga menyamarkan keduanya bagi orang yang rabun mata hatinya, padahal yang demikian itu sesungguhnya kita telah menipu diri kita sendiri,Dan diantara manusia ada yang berkata, “ kami beriman kepada Alloh dan hari akhir, padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang orang yang beriman.Mereka menipu Alloh dan orang orang yg beriman , padahal mereka hanyalah menipu diri mereka sendiri tanpa mereka sadari (QS Al baqarah :8-9)

 

 

kita pun masih terlena dengan kehidupan dunia , bermegah megah menumpuk harta, mengagungkan pangkat kedudukan, berlebihan berbangga dengan golongan dan keturunan,padahal itu semua nantinya tdk akan menolong kita kecuali 3 perkara yakni ilmu yang bermanfaat, harta yang diamalkan di jalan Alloh, dan anak yang sholeh sholihah

bahkan kita pun masih sempat bersantai santai meluangkan waktu untuk hal hal remehtemeh yang sia sia, sampai tak sempat lagi menangisi dosa dosa, sebaliknya tertawa tawa dalam kubangan maksiat dan dosa , seolah lupa bahwa semua pasti berakhir.berakhir dengan perpisahan yg disebut kematian.padahal Rosulullah telah mencintai kita dengan peringatannya Ingatlah kematian. Demi Zat yang nyawaku berada dalam kekuasaanNya, kalau kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis


wahai jiwa,
mari kita ingatkan diri bahwa kematian adalah kemestian.
saat kita berpisah dengan segala sesuatu yang kita cintai didunia ini.kematian bukanlah sesuatu hal yang harus ditakuti tetapi untuk disiapkan.Renungan akan kematian mestinya dapat merubah kita berprestasi dalam segala kebaikan karena kita harus berkompetisi dengan waktu yang Alloh sediakan buat kita . Berteman dengan kematian dalam arti senantiasa mengingat kematian mestinya menjadi sesuatu yang wajib dilakukan sebagai bagian dari muhasabah diri setiap hari, agar tak sedetikpun kita lalai dari beriman dan kita tdk menjadi golongan yang menyesali diri ketika di akherat
“Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya dihadapan tuhannya,(mereka berkata), “ya tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akanmengerjakan kebajikan. Sungguh kami adalah orang orang yg yakin” (As Sajdah;12).

 

Semoga kita berjumpa dengan hari kematian dalam keadaan sebaik baik kehidupan.
(ya Allah, berilah hambaMu kehidupan dan kematian yang husnul khotimah.amin)

kuntum bunga buat ajuma

•May 31, 2007 • Leave a Comment

ajuma, perempuan setengah baya tetangga saya ini memang orangnya baik dan tulus.kadang saya sampai malu sendiri menerima kebaikan kebaikannya.
Setiap bertemu senyum senantisa terkembang dari bibirnya yang tua,tak pernah sekalipun ajuma protes atas kehebohan anak 2 disiang hari yang tak jarang sempat gedubrak gedubruk di dalam room, atau tangisan mereka di malam hari semisal sedang sakit atau merasa tak nyaman, yang bisa jadi membuat istirahat ajuma menjadi terganggu.
Saat solal dan chuseok hampir pasti kamipun ikut mencicipi kue kue buatannya, bila kerabatnya atau anaknya datang berkunjung, ajuma pun berbagi oleh oleh dengan anak anak.

Sebenarnya ada juga kendala komunikasi diantara kita, karena saya tidak bisa berbahasa korea, namun sepertinya ajuma tak peduli, tetap saja semangat mengajak saya ngobrol bila bertemu,sekalipun saya sering bengong dan hanya menjawab ya , ye , ne saja.

kelapangan hati ajuma, buat saya layaknya kebun yang dipenuhi mekar bunga.Sungguh ajuma menjadi anugerah tersendiri, ditengah kerinduan saya pada keluarga besar nun jauh disana. Yang bisa saya lakukan barangkali hanya berusaha untuk juga dapat berbuat baik padanya , sebagaimana pula diajarkan Rasulullah mulia Muhammad SAW dalam sabdanya “Jibril terus-menerus berwasiat kepadaku untuk berbuat baik terhadap tetangga, sampai-sampai aku mengira dia akan menjadikannya sebagai ahli waris.” [HR. Al-Bukhari (6014) dan Muslim (2624)]

Dari Abdullah bin ‘Amr : Rasulullahbersabda: “Sebaik-baik teman di sisi Allah adalah orang yang paling baik di antara mereka terhadap temannya. Dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik di antara mereka terhadap tetangganya.” [HR. Tirmidzi (1944), dengan sanad sahih]

ajuma , walau hari ini saya tak bisa memberimu kebun bunga sebagai tanda hormat dan persahabatan , namun terimalah sepotong black pancake (karena gosong)dan kuntum2 bunga ini atas nama cinta .
****************************************************************************************

hari ini , 8 Mei di korea diperingati sebagai ” parent day”, yang menjadi saat orang orang muda mencurahkan dan menunjukkan perhatiannya kepada yang lebih tua.Bentuk penghormatan itu biasanya diwujudkan dengan memberikan shomul(gimana sih nulisnya?)alias hadiah kepada orang tua, kerabat yang lebih tua, guru, dll yang mereka tuakan.Bentuk dan jenis shomul bisa bermacam macam, dikemas menarik dan cantik,mulai parcel makanan , paket bunga ,buku dll yang banyak dijual di supermaket , pasar tradisional dan kios kaki lima.

sahabat sejati

•May 31, 2007 • Leave a Comment

konon katanya sahabat adalah orang yang senantiasa berada disamping kita saat duka laradan suka cita, senantiasa menerima kelebihan dan kekurangan kita tanpa tuntutan apa apa, tempat curahan kesal, keluh dan gembira, dan langsung nyambung dg apapun yg kita pikir dan bicarakan, tempat kita tampil apa adanya tanpa topeng dan baju badut…………….
cukupkah demikian?……hmmm..rasanya kok belum cukup ya !
Allah SWT memberikan kita kehidupan di dunia bukannya tanpa tujuan dan alasan.

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada Ku (adz Dzariyat :56).

dari sini kita bisa melihat sebagai seorang muslim , apapun yang kita kerjakan didunia ini, termasuk dalam menjalin komunikasi dengan orang lain dalam bentuk pertemanan, persahabatan dan persaudaraan barulah akan bernilai bila itu semua menunjang tugas peribadatan kita kepada Allah SWT.

apa artinya persahabatan tanpa menjadi pendorong meningkatnya ketaatan kita kepada Allah, tanpa menjadi motivator makin lurusnya kita sebagai abid, tanpa menjadi pemicu semangat amar ma’ruf nahyi munkar, tanpa menjadi akselerator makin terbentuknya kita sebagai pribadi muslim yang kokoh, dan pribadi dai yang tangguh ?

diaawali dengan taaruf (saling berkenalan), dilanjutkan dengan tafaahum (saling memahami ) , lalu taawun (saling tolong menolong) dan takaful (saling menanggung) sehingga nantinya kesatuan shaff dan ummat akan terbentuk, dan inilah persahabatan sejati dalam wujudnya yang individu dan komunal.

Dari nu’man Ibnu Basyir berkata Rasulullah SAW: “Perumpamaan orang orang mukmin di dalam cinta mencintai, kasih mengasihi, dan berlemah lembut ibarat satu tubuh bila sebagian anggota menderita sakit niscaya dirasakan oleh seluruh anggota tubuh denagn tidak bisa tidur dan demam” (HR bukhari Muslim).

bentuk persahabatan mana yang melebihi sehingga suatu saat dalam sejarah ada seorang sahabat yang saat sekarat sekalipun rela memberikan jatah minumnya kepada sahabat lainnya, kalau bukan persahabatan yang hidup dari ruh beraqidah bersih, berakhlaq benar dengan bingkai kasih sayang dalam islam yang akan memunculkan sahabat 2 yang rela mengorbankan dirinya dan mencintai sahabatnya melebihi kecintaannya pada dirinya sendiri.

Sahabat sejati, sejatinya adalah sahabat yang lahir dari persahabatan dengan didasari nilai nilai ibadah kepada Allah dalam jalinan ukhwah islamiyyah.
wallahu a’lam bishowab.
******************************
terima kasih tiada terhingga kepada sahabat2 ku atas rangkaian bunga bunga persabatan yang selama ini telah terjalin demikian indah, wangi dan penuh kenangan.