<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Episode Kecil Perjalanan</title>
	<atom:link href="http://inas39.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://inas39.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Feb 2008 02:43:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='inas39.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Episode Kecil Perjalanan</title>
		<link>http://inas39.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://inas39.wordpress.com/osd.xml" title="Episode Kecil Perjalanan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://inas39.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>POHON MUDA YANG BAIK</title>
		<link>http://inas39.wordpress.com/2008/02/19/pohon-muda-yang-baik/</link>
		<comments>http://inas39.wordpress.com/2008/02/19/pohon-muda-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 02:40:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inas39</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inas39.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[POHON MUDA YANG BAIK Dalam setiap kisah sejarah, kisah kepahlawanan, kisah revolusi sosial selalu saja ada sekelompok manusia yang biasanya menjadi agent of change nya, ya dialah yang disebut “pemuda”.Dalam tarikh islam kita pun mengenal pemuda pemuda cemerlang hasil pendidikan nabawi yang pada usia belia sudah menghasilkan karya luar biasa yang mereka persembahkan untuk ummat.lihatlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=55&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" align="justify"><a href="http://inas39.files.wordpress.com/2008/02/dscn2089.jpg" title="dscn2089.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://inas39.files.wordpress.com/2008/02/dscn2089.jpg" title="dscn2089.jpg"><img src="http://inas39.files.wordpress.com/2008/02/dscn2089.jpg?w=250&#038;h=250" alt="dscn2089.jpg" border="5" height="250" hspace="5" vspace="5" width="250" /></a></div>
<p><b><span></span></b></p>
<p class="MsoNormal" align="center"><b><span>POHON MUDA YANG BAIK</span></b></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span>Dalam setiap kisah sejarah, kisah kepahlawanan, kisah revolusi sosial selalu saja ada sekelompok manusia yang biasanya menjadi agent of change nya, ya dialah yang disebut </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>pemuda</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span>.Dalam tarikh islam kita pun mengenal pemuda pemuda cemerlang hasil pendidikan nabawi yang pada usia belia sudah menghasilkan karya luar biasa yang mereka persembahkan untuk ummat.lihatlah bagaimana seorang muadz bin Jabal dalam di usianya yang 18 tahun telah diangkat sebagai hakim agung, bahkan Rosullulah sendiri menyatakan kemuliaannya dengan sabdanya :muadz bin Jabal adalah orang yang paling tahu halal dan haram dikalangan ummatku .usia sweet seventeen bagi Usamah bin Zaid bahkan dilewatkan dengan menanggung amanah sebagai Panglima Perang Tabuk untuk melawan tentara Romawi.Pun juga seorang Mus</span><span style="font-family:'Times New Roman';">’</span><span>ab bin Umair menjadi duta islam ke yatsrib(madinah) saat masih remaja.tak kalah heroiknya Abu ubaidah bin al Jarrah seorang pemuda ahli strategi perang <span> </span>,manajemen ulung<span>  </span>dan pimpinan sejati, pun juga dijuluki </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>amin<span>  </span>ummat islam </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>oleh rasullulah. Masih ratusan lagi kisah kisah indah yang menggambarkan pemuda sebagai motor dan pelaku reformasi sejarah.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span>Peran<span>  </span>strategis ini tentu tak lepas dari karakter khusus para pemuda yang dinamis ,proaktif, independent, dan visioner.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span>Deskribsi<span>  </span>masa muda dalam Alqur</span><span style="font-family:'Times New Roman';">’</span><span>an digambarkan dengan indah dalam surat Ar Rum 54 : Allah lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dia kehendaki. Dan dia maha mengetahui, maha kuasa.Dalam tafsir fii dzilalil Qur</span><span style="font-family:'Times New Roman';">’</span><span>an sayyid Qutub memberikan gambaran </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>kuat</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> dalam ayat tadi adalah kekuatan fisiologi(jasmani/struktur tubuh) dan kekuatan psikologi(yang meliputi pula aspek intelektual) ,yang itu hanya ada pada masa remaja dan masa dewasa,sebagaimana<span>  </span>tafsir ibnu katsir menjelaskan yang dimaksud kuat pada ayat 54 surat Ar Rum tadi.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span>Untuk itu nampaknya sangat merugi , bagi kita yang berusia muda atau minimalnya masih berjiwa muda bila sampai melewatkan </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>golden periode </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span> ini untuk banyak berkarya. </span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><b><span>Modal Berkarya </span></b></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><b><span>Faaqidusy Syai</span></b><b><span style="font-family:'Times New Roman';">’</span></b><b><span> <span>Laa Yu</span></span></b><b><span style="font-family:'Times New Roman';">’</span></b><b><span>thi</span></b><span> ,</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span>yang tidak berpunya , tidak akan memberi</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span>, ungkapan<span>  </span>ini memperjelas bahwa dalam memainkan peran kekaryaannya , seorang pemuda mestilah membutuhkan modal. Modal itu bisa jadi berupa kekuatan moral, kekuatan intelektual, kekuatan idelisme, kekuatan manhaj/metodologi, kefitrahan,modal institusional dan material atau bahkan apa saja yg sekiranya membawa seorang pemuda<span>  </span>menjadi </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span> trend setter</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> kebaikan .Modal ini mesti lah perlu diasah, diarahkan, dikembangkan, didayagunakan agar menjadi sesuatu yang bermanfaat secara komunal. </span><b><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span>khoirunnaas anfa uhum linnas</span></b><b><span style="font-family:'Times New Roman';">’</span><span> </span></b><span>adalah spirit<span>  </span>yang mestinya menjadi motivator bagi pemuda untuk dinamis berfastabiqul khairaat.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span>Sehingga pemuda pemudi islam perannya menjadi layaknya pohon, pohon yang baik (<b>syajarah thoyyibah</b>) yang <b>ashluha tsabitun</b> ( berakar menghunjam ke bumi ), <b>wa far</b></span><b><span style="font-family:'Times New Roman';">’</span><span>uha fis samaa</span></b><span> ( dahannya rindang menjulang ke langit), <b>tu</b></span><b><span style="font-family:'Times New Roman';">’</span><span>thi ukuluha kulla hiinin bi idzni rabbiha </span></b><span>, produktif<b> </b>menghasilkan buah keshalihan setiap hari dengan izin Rabbnya.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span>Semoga</span><span style="font-family:'Times New Roman';">…</span><span>..</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span>Wallahu a</span><span style="font-family:'Times New Roman';">’</span><span>lam.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span>(sebuah nasehat untuk diri sendiri)</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span> </span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span> </span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/inas39.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/inas39.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inas39.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inas39.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inas39.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inas39.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inas39.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inas39.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inas39.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inas39.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inas39.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inas39.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inas39.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inas39.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inas39.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inas39.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=55&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inas39.wordpress.com/2008/02/19/pohon-muda-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64662c372c8d25103f7bb6a9c121468d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inas39</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inas39.files.wordpress.com/2008/02/dscn2089.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dscn2089.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sahabat dengan hati bersinar</title>
		<link>http://inas39.wordpress.com/2008/02/13/sahabat-dengan-hati-bersinar/</link>
		<comments>http://inas39.wordpress.com/2008/02/13/sahabat-dengan-hati-bersinar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 02:30:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inas39</dc:creator>
				<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inas39.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[entahlah, ada perasaan yang tidak bisa dijabarkan detail dengan tulisan dan kata kata. sebuah perasaan ketika saya berada bersama sama dengan sahabat sahabat saya ini. perjalanan dua setengah jam setiap bulannya untuk dapat menjumpai mereka terasa tiada artinya dibanding keindahan bertemu dengan sahabat sahabat yang mencerahkan. mencerahkan karena hati hati mereka yang bersinar.bersinar karena hati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=50&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><a href="http://inas39.files.wordpress.com/2008/02/dscn2117.jpg" title="dscn2117.jpg"><img src="http://inas39.files.wordpress.com/2008/02/dscn2117.jpg?w=250&#038;h=250" alt="dscn2117.jpg" align="top" border="5" height="250" hspace="5" vspace="5" width="250" /></a></p>
<div align="justify">entahlah, ada perasaan yang tidak bisa dijabarkan detail dengan tulisan dan kata kata. sebuah perasaan ketika saya berada bersama sama dengan sahabat sahabat saya ini. perjalanan dua setengah jam setiap bulannya untuk dapat menjumpai mereka terasa tiada artinya dibanding keindahan bertemu dengan sahabat sahabat yang mencerahkan. mencerahkan karena hati hati mereka yang bersinar.bersinar karena hati yang bening untuk jujur berbagi, belajar, saling memberi , menerima dalam bingkai cinta seorang yang bersaudara. bersinar karena hati yang begitu lapang memahami segala kelebihan dan kekurangan secara sederhana , tanpa apologi, tak berbelit.</div>
<p align="justify">tidak ada hal istimewa sebenarnya yang kita lakukan saat perjumpaan. sekedar saling berkisah tentang pengalaman, lengkap dengan getir dan manisnya kehidupan .saling bartawashaw bil haq, tawassaw bis shabr dan tawassaw bil marhamah, tentu saja sambil menikmati hidangan silaturahim racikan tangan mereka yang tulus.</p>
<p align="center"><a href="http://inas39.files.wordpress.com/2008/02/dscn2116.jpg" title="dscn2116.jpg"><img src="http://inas39.files.wordpress.com/2008/02/dscn2116.jpg?w=161&#038;h=120" alt="dscn2116.jpg" border="5" height="120" hspace="5" vspace="5" width="161" /></a> <a href="http://inas39.files.wordpress.com/2008/02/dscn2118.jpg" title="dscn2118.jpg"><img src="http://inas39.files.wordpress.com/2008/02/dscn2118.jpg?w=160&#038;h=120" alt="dscn2118.jpg" border="5" height="120" hspace="5" vspace="5" width="160" /> </a><a href="http://inas39.files.wordpress.com/2008/02/dscn2119.jpg" title="dscn2119.jpg"><img src="http://inas39.files.wordpress.com/2008/02/dscn2119.jpg?w=170&#038;h=120" alt="dscn2119.jpg" border="5" height="120" hspace="5" vspace="5" width="170" /></a></p>
<p align="justify">innamal mukminuuna ikhwatun &#8230;inilah alasan kami berjumpa dan bersaudara.</p>
<p align="justify">sahabat, sesungguhnya  hadiah terindah yang telah  kalian berikan adalah pesona hati kalian yang bersinar, yang pantulan cahayanya merasuk jauh menembus palung palung jiwa saya.</p>
<p align="justify">salam takzim dan cinta selalu teruntuk kalian semua&#8230;.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/inas39.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/inas39.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inas39.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inas39.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inas39.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inas39.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inas39.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inas39.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inas39.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inas39.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inas39.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inas39.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inas39.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inas39.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inas39.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inas39.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=50&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inas39.wordpress.com/2008/02/13/sahabat-dengan-hati-bersinar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64662c372c8d25103f7bb6a9c121468d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inas39</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inas39.files.wordpress.com/2008/02/dscn2117.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dscn2117.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inas39.files.wordpress.com/2008/02/dscn2116.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dscn2116.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inas39.files.wordpress.com/2008/02/dscn2118.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dscn2118.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inas39.files.wordpress.com/2008/02/dscn2119.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dscn2119.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sorry, I Am Busy</title>
		<link>http://inas39.wordpress.com/2008/01/31/sorry-i-am-busy/</link>
		<comments>http://inas39.wordpress.com/2008/01/31/sorry-i-am-busy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 12:19:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inas39</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inas39.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Saat jaman masih kuliah dulu, saya merasa saya ini adalah seorang sibuker (maksudnya lebih sibuk ketimbang jaman SMA , ya iyalah). Pagi kuliah, sore praktikum ,malam ngerjakan tugas, atau malah saat pendidikan profesi bisa bisa seminggu dua minggu tdk pulang ke kos-an ,terasa heboh lah pokoknya, belum lagi mesti ada kegiatan kegiatan lain diluar kampus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=49&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify"></div>
<div align="justify"><span>Saat jaman masih kuliah dulu, saya merasa saya ini adalah seorang sibuker (maksudnya lebih sibuk ketimbang jaman SMA , ya iyalah). Pagi kuliah, sore praktikum ,malam ngerjakan tugas, atau malah saat pendidikan profesi bisa bisa seminggu dua minggu tdk pulang ke kos-an ,terasa heboh lah pokoknya, belum lagi mesti ada kegiatan kegiatan lain diluar kampus yang mesti juga dikerjakan.Membagi waktu untuk orang lain terasa sebagai sesuatu yang mahal.boro boro mikirin masalah orang lain, masalah ummat , mikirin diri sendiri saja sudah suiiiibuk.</span></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>Pikir saya,nantilah kalo sdh kelar kuliah dan punya waktu lebih banyak saya akan juga ikut mengurusi , membenahi berbagai hal yang kurang sip di diri sendiri, dimasyarakat dan di ummat, sebagaimana saudara saudara lain yang gigih berjuang untuk kebaikan tdk hanya untuk dirinya sendiri , tapi juga untuk masyarakat dan ummat.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span> </span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>Alhamdulillah lulus kuliah , selain mendapat ijazah ,saya juga sekalian mendapat ijab sah , krn seorang pria yang baik telah Allah hadiahkan<span>  </span>kepada saya sebagai pendamping dalam fase kehidupan selanjutnya yakni berkeluarga.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>Saya pun kemudian diterima bekerja ditempat yg memang sesuai dg profesi dan impian saya. Hidup jadi semakin berwarna setelah anak anak kami lahir melengkapi kebahagiaan itu.Bekerja dan berkeluarga menjadi kesibukan baru saya, pikiran bahwa selepas kuliah, saya akan punya waktu lebih banyak untuk tidak “merasa sibuk” ternyata keliru.kesibukan sepertinya makin bertambah tambah.Ditambah lagi saat anak ketiga kami lahir, suami harus melanjutkan studinya ke luar negeri.Jadilah saya ibu pekerja &amp; single parent untuk 3 anak anak itu.hoho…..makin (sok) sibuk deh</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span> </span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>Lalu setelah itu, satu setengah tahun ini , suami meminta saya menemaninya selama studi dan post doctoralnya, saya berhenti dari pekerjaan yang telah saya geluti selama enam tahun terakhir,dan jadilah saya<span>  </span>full house wife sebagaimana sekarang. Apakah lalu saya merasa punya banyak waktu longgar?hoho………ternyata TIDAK .Perasaan (sok) sibuk itu datang dan datang lagi, datang dalam bentuknya yg lain lagi………….</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span> </span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>Ketika saya merenunginya, akhirnya terus terang saya terpingkal mentertawai diri saya sendiri,bagaimana tidak , perasaan (sok) sibuk itu sepertinya memang tak akan pernah hilang .yup tak akan pernah hilang, selama perasaan itu<span>  </span>memang sengaja dihadirkan.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span> </span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>perasaan sibuk sesungguhnya adalah tidak lebih dari sebuah persepsi yang kita hadirkan sendiri, bisa jadi itu sebagai apologi atas ketidak mampuan kita memanajemen diri sendiri baik manajemen waktu, prioritas maupun manajeman masalah dalam kerja kerja.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>barangkali ada benarnya bahwa kuantitas pekerjaan berbanding lurus dengan peningkatan perasaan sibuk, tapi seberapa besar kuantitas itu sehingga sampai pada ambang kita “merasa sibuk” adalah sesuatu hal relatif.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>Dan manusia adalah makhluq cerdas yang seharusnya bisa belajar menguasai , mengatur dan memanajemen besaran nilai ambang itu,sehingga tdk terlalu rendah rendah amat,atau paling tidak ada peningkatan nilai ambang itu <span> </span>dari waktu ke waktu. Sama persis dengan fisiologi tubuh manusia<span>  </span>dalam membangun mekanisme defens terhadap paparan benda asing dari luar (stress, penyakit,dll).Mirip pula dengan terapi desensitisasi pada kasus kasus alergi barangkali.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>Dari sisi fisik psikis, konon perasaan sibuk juga tidak menguntungkan. Orang yang merasa sibuk, cenderung merasa cepat lelah, cepat habis tenaga, rentan sakit, rentan distress, kurang semangat, bahkan malas melakukan kerja kerja yang lebih luas.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span> </span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>Dalam salah satu bukunya Imam Hasan Al Banna pernah menyampaikan sebuah kisah tentang seorang pemuda yang tiada lelah menjadi <span> </span>seorang penyeru kebajikan, dihari Jumat selepas bekerja, dia<span>  </span>keluar dari kota tempat tinggalnya untuk memberikan dan mengajak manusia untuk kembali kepada agamanya,hari sabtunya dia telah berada di kota lainnya, dihari ahadnya diapun sdh ada dikota lainnya lagi yang berjarak puluhan kilo meter dari kotanya. Dihari Senin pagi pagi sekali dia adalah orang pertama yang datang ketempat bekerjanya,sudah kembali bekerja<span>  </span>dengan badan segar dan pikiran bugar.Tak tampak bekas kelelahan dan kesibukan ditubuhnya.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>Jelaslah bahwa pemuda ini adalah seorang yang secara kuantitas kerja dia sibuk, saat liburpun bukannya dia beristirahat dirumah bersama keluarga, tetapi lebih memilih “bekerja yg lain” ,namun dia tidak pernah merasa sibuk ,enjoy dalam bekerja, tetap ceria dan fresh. <span> </span>Kisah nyata ini menunjukkan bagaimana bila persepsi thd “rasa sibuk” itu bisa diatur, dikendalikan<span>  </span>maka akan punya dampak positip kepada diri.fisiologi tubuh dalam mengatasi kelelahan akibat beban kerja akan sangat terbantu , endorphin dan dopamine sebagai zat inner analgetik dalam tubuh<span>  </span>yang berefek pada munculnya rasa nyaman akan diproduksi dengan mudah dan murah saat persepsi dalam pikiran kita berisi persepsi2 yang positip.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>Jadi kesimpulannya tak ada salahnya saya kira, kita menaikkan ambang “rasa sibuk” kita dengan meningkatkan kualitas manajemen diri lebih baik, sehingga dengan begitu kita akan punya lebih banyak kesempatan lagi berkarya , berlatih menjadi sebaik baik manusia, “khoirunnas anfauhum linnas”,sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia (lainnya),tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri dan keluarga kecil saja , tapi lebih luas lagi.InsyaAllah.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>Kalo kita mau insyaAllah kita bisa, begitu ajakan saya pada diri yg lemah ini.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>Selamat tinggal kata :<span>  </span>sorry, I am busy.</span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span> </span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>Wallahu a’alam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify">(salut utk my lovely room mate yg meski jaman kuliah nge-lab  jam 5 pagi pulang jam 12 malam , saat libur masih membagi dirinya untuk saudaranya, namun tidak pernah sekalipun mengatakan dirinya : busy)</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span> </span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/inas39.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/inas39.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inas39.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inas39.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inas39.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inas39.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inas39.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inas39.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inas39.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inas39.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inas39.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inas39.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inas39.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inas39.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inas39.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inas39.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=49&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inas39.wordpress.com/2008/01/31/sorry-i-am-busy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64662c372c8d25103f7bb6a9c121468d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inas39</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENAKAR KADAR BAJIK DAN BIJAK DALAM AMAL</title>
		<link>http://inas39.wordpress.com/2007/11/02/menakar-kadar-bajik-dan-bijak-dalam-amal/</link>
		<comments>http://inas39.wordpress.com/2007/11/02/menakar-kadar-bajik-dan-bijak-dalam-amal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2007 07:22:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inas39</dc:creator>
				<category><![CDATA[gagasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inas39.wordpress.com/2007/11/02/menakar-kadar-bajik-dan-bijak-dalam-amal/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seorang muslim berinteraksi dengan islam, maka mestilah keyakinan, perasaan, pemikiran,tata hidup dan moral yang tumbuh dalam jiwanya adalah sesuatu yang berwarna islam.Islam yang cantik , indah, kemilau dan semerbak harumnya kemana mana. Satu kondisi yang membawa ketentraman, ketenangan dan kebahagiaan tidak saja bagi diri pribadi namun juga bagi siapa saja yang berada diantaranya.satu kondisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=46&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><a href="http://inas39.files.wordpress.com/2007/11/dscn1145.jpg" title="dscn1145.jpg"><img src="http://inas39.files.wordpress.com/2007/11/dscn1145.jpg?w=250&#038;h=200" alt="dscn1145.jpg" border="5" height="200" hspace="5" vspace="5" width="250" /></a></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#333399"><span>Ketika seorang muslim berinteraksi dengan islam, maka mestilah keyakinan, perasaan, pemikiran,tata hidup dan moral yang tumbuh dalam jiwanya adalah sesuatu yang berwarna islam.Islam yang cantik , indah, kemilau dan semerbak harumnya kemana mana. Satu kondisi yang membawa ketentraman, ketenangan dan kebahagiaan tidak saja bagi diri pribadi namun juga bagi siapa saja yang berada diantaranya.satu kondisi yang memungkinkan kasih sayangnya kepada saudaranya, kepada masyarakatnya, kepada bangsanya melebihi cinta untuk dirinya sendiri. Dalam sejarah bukti itu sangat nyata ketika orang orang anshor mencurahkan segenap cintanya bagi saudara2nya muhajjirin dengan memberikan harta, perhatian, dan jiwanya.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#333399"><strong><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka.Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri.Sekalipun mereka memerlukan (apa </span></strong></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#333399"><strong><span>yang mereka berikan itu) .Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung</span></strong><strong><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span>.(QS al Hasyr (59) : 9)</span></strong></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#333399"><span>begitupula kaum muhajjirin terlihat bagaimana kualitasnya dengan tetap zuhud, menjaga izzah, dan itsar pula <span> </span>menerima kebaikan kebaikan saudara anshornya.Tidak kemudian mentang mentang mendapat kebaikan lalu dimanfaatkan. </span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#333399"><strong><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa:&#8221;Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyanyang&#8221;.( QS Al Hasyr (59) : 10)</span></strong></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#333399"><span>Kondisi yang dipenuhi nilai nilai islam ini kemudian akan muncul dalam bentuk sikap sikap (mauqif) yang islami, secara pribadi maupun secara bersama.satu masalah yang muncul akan disikapi dengan adil sebagaimana sempurnanya islam menjawab berbagai persoalan kehidupan. Berbagai aksi reaksi yang ada dalam tatanan kehidupan individu dan bersama adalah berbagai aktivitas(amal) yang punya nuansa kebajikan dan kebijakan.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#333399"><span>Apapun (amal) yang dilakukan ,Siapapun yang melakukan (amal), dalam kondisi apapun (amal) dilakukan, bagaimana pun cara (amal) dikerjakan, semuanya disandarkan kepada ukuran kebajikan dan kebijakan yang tertuntunkan islam.seperti apa wujud bajik dan bijak dalam amal adalah tergantung dari seberapa besar kadar empat nuansa dalam amal amal nya.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#333399"><span>Apakah itu empat <span> </span>nuansa?</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38pt;text-indent:-18pt;" align="justify"><!--[if !supportLists]--><font color="#333399"><strong><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span></strong><strong><span>Nuansa dakwah (menyeru) </span></strong></font><!--[endif]--></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38pt;" align="justify"><font color="#333399"><span>Dakwah adalah sebaik baik perkataan sekaligus penyangga kokohnya perkembangan islam sehingga apapun profesi yang sekarang kita sandang, maka itu menjadi sesuatu yang bajik dan bijak dalam kacamata islam ketika ada nuansa dakwah yang mengalir dalam denyut nadi profesi itu. Apa yang bisa kita lakukan untuk menyeru manusia ila sabili rabbik (bil hikmah wal mauidzatil hasanah), maka lakukanlah.Apa yang bisa kita sumbangkan untuk amar ma</span><span style="font-family:'Times New Roman';">’</span><span>ruf nahyi munkar, maka sumbangkanlah. Rasulullah SAW dan para sahabat dengan berbagai nama profesi yang disandang adalah juga para penyeru (da</span><span style="font-family:'Times New Roman';">’</span><span>i) yang tiada lelah bekerja, tiada penat beramal mengajak kejalan Tuhan.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38pt;" align="justify"><font color="#333399"><strong><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung</span></strong><strong><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span>. (QS ali imran (3) : 104)</span></strong></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38pt;text-indent:-18pt;" align="justify"><!--[if !supportLists]--><font color="#333399"><strong><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span></strong></font><!--[endif]--><strong><span><font color="#333399">Nuansa tarbiyah (pembinaan)</font></span></strong></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38pt;" align="justify"><font color="#333399"><span>Nilai nilai islam yang terinternalisasi dalam diri kita mestilah tetap kita pelihara, bahkan ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya nya. Disinilah peran tarbiyah (pembinaan) islamiyah dalam beramal.Baik itu tarbiyah yang kita lakukan secara mandiri (tarbiyah dzatiyah) maupun<span>  </span>pembinaan yang dilakukan secara bersama (tarbiyah jamaiyyah).Baik itu tarbiyah dalam bentuk tilawah (membaca) , tazkiyah (mensucikan) maupun dalam bentuk tuallimunal kitab wal hikmah/ta</span><span style="font-family:'Times New Roman';">’</span><span>limul minhaj (mengajarkan pedoman).</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38pt;" align="justify"><font color="#333399"><strong><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata</span></strong><strong><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span>.(QS ali imran(3) : 164)</span></strong></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38pt;" align="justify"><font color="#333399"><span>Tarbiyah adalah kemestian sebagai pengawal aktivitas agar<span>  </span>tidak keluar dari garis islam, tetap tsabat (teguh) dan istiqomah didalamnya.Tarbiyah adalah tempat pulang dari hiruk pikuk kesibukan beramal.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38pt;text-indent:-18pt;" align="justify"><!--[if !supportLists]--><font color="#333399"><strong><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span></strong><strong><span>Nuansa dinamisasi/pergerakan</span></strong></font><!--[endif]--></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38pt;" align="justify"><font color="#333399"><span>Pergerakan , gerakan dan gerak adalah kata kata yang menggambarkan sesuatu dinamis, berubah, tidak jumud (stagnan). </span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38pt;" align="justify"><font color="#333399"><span>Pun juga dengan amal amal yang kita lakukan tidak mungkin dapat ada/terjadi bila tanpa adanya gerak dan pergerakan dari pelakunya. Amal adalah produk dari sebuah gerak, bila kita ingin lantai dirumah bersih, yang mesti kita lakukan adalah </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>bergerak</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> untuk menyapu membersihkan lantai dari segala kotoran. Bagaimana mungkin kita ingin lantai rumah kita </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>kinclong</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> bila kita hanya memandanginya saja , berdiam diri tanpa berbuat apa apa.pergerakan adalah ruh dari perubahan, perubahan dari buruk menjadi bajik, dari sembrono menjadi bijak, dari kegelapan menuju cahaya islam.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38pt;text-indent:-18pt;" align="justify"><!--[if !supportLists]--><font color="#333399"><strong><span><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span></strong><strong><span>Nuansa kesungguhan</span></strong></font><!--[endif]--></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38pt;" align="justify"><font color="#333399"><span>Kesungguhan adalah salah satu kunci dari kesuksesan. Sudah menjadi sunnatullah bahwa dalam kehidupan ada hukum kausalitas. Hasil yang optimal dan maksimal tercapai manakala disebabkan oleh amal yang dikerjakan dengan penuh mujahadah (bersunguh sungguh).</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span>Tidak berubah nasib suatu kaum tanpa (upaya) kaum itu sendiri<span>  </span>merubahnya</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span>.Nuansa kesungguhan dalam amal sangat dipengaruhi kuat niat diawal amal. Seberapa besar kuat niatnya maka sebesar itulah kadar kesunguhannya.dalam beramal bajik dan bijak ada banyak duri yang akan menghalagi, maka tekad kuat yang sungguh sunguh, akan menjaga tiap kita agar tak<span>  </span>berpaling dari berjuang, tahan terhadap godaan,.tak cengeng melawan rintangan, tak lemah berhadapan dengan kekurangan.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38pt;" align="justify"><font color="#333399"><span> </span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38pt;" align="justify"><font color="#333399"><span>Begitulah empat nuansa yang mestinya kita hidupkan menghiasai amal amal dalam menjalani tugas/amanah dalam mengabdi kepadaNya.Agar persembahan kita itu dapat mengokohkan kedudukan kita di mata Raja dari segala raja,<span>  </span>Allah SWT. Agar dari jengkal ke jengkal waktu berikutnya, amal kita semakin bajik semakin bijak kadarnya.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38pt;" align="justify"><font color="#333399"><span>Wallahu a</span><span style="font-family:'Times New Roman';">’</span><span>lam bishowab</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38pt;" align="justify"><font color="#333399"><span>(Jinju 2 Nopember 2007)</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:38pt;" align="justify"><font color="#333399"><span> </span></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/inas39.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/inas39.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inas39.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inas39.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inas39.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inas39.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inas39.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inas39.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inas39.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inas39.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inas39.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inas39.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inas39.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inas39.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inas39.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inas39.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=46&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inas39.wordpress.com/2007/11/02/menakar-kadar-bajik-dan-bijak-dalam-amal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64662c372c8d25103f7bb6a9c121468d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inas39</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inas39.files.wordpress.com/2007/11/dscn1145.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dscn1145.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesempurnaan Pekerjaan</title>
		<link>http://inas39.wordpress.com/2007/09/26/kesempurnaan-pekerjaan/</link>
		<comments>http://inas39.wordpress.com/2007/09/26/kesempurnaan-pekerjaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2007 06:01:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inas39</dc:creator>
				<category><![CDATA[gagasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inas39.wordpress.com/2007/09/26/kesempurnaan-pekerjaan/</guid>
		<description><![CDATA[KESEMPURNAAN PEKERJAAN &#160; Dan Katakanlah: &#8220;Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. ( Surah At-Taubah : 105 ) &#160; &#160; &#8220;Arbait Adel Dem mench, leding heitd [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=45&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><a href="http://inas39.files.wordpress.com/2007/09/dscn0941.JPG" title="dscn0941.JPG"><img src="http://inas39.files.wordpress.com/2007/09/dscn0941.JPG?w=200&#038;h=150" alt="dscn0941.JPG" align="top" border="5" height="150" hspace="5" vspace="5" width="200" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="justify"><font color="#008000"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">KESEMPURNAAN PEKERJAAN</span></strong></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="justify"><font color="#008000"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Dan Katakanlah: <em>&#8220;Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.<br />
( Surah At-Taubah : 105 )</em></span></strong></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">&#8220;Arbait Adel Dem mench,<span>  </span>leding heitd is des devines oorkusen”.“Pekerjaan mempertinggi derajat manusia dan manusia tanpa kesibukan akan menjadi santapan setan”.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Begitulah kutipan pepatah yang sering disebutkan seorang penulis di kolom opini sebuah Koran harian Nasional di Indonesia untuk menunjukkan betapa seriusnya posisi dari sebuah pekerjaan dalam kapasitas “nilai manusia” .</span></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Bekerja dan berusaha memang merupakan sebuah kodrat hidup baik dari sisi intelektual , spiritual , fisis biologis manusia, baik dari sisi individu maupun sosial.Bagi seorang muslim bekerja adalah juga bagian dari refleksi tugas ibadah kita kepada Allah SWT sekaligus manifestasi dari pemberdayaan potensi kita sebagai khalifah didunia.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"><br />
Dari sisi “nilai pekerjaan” kualitas bekerja seorang muslim tidak didasarkan pada seberapa besar reward dari manusia yang didapat dari hasil pekerjaannya itu.Namun didasarkan pada seberapa besar pekerjaan itu bernilai bakti (baca=ibadah) disisi Allah. Agar bekerja menjadi bernilai ibadah maka pekerjaan yang dilakukan mesti diawali dengan niat yang lurus,disertai keikhlasan dan benar (baca=sesuai yang dituntunkan).Untuk mendongkrak “nilai pekerjaan” itu mestilah pekerjaan yang kita lakukan <span> </span>berkualitas. Kerja yang berkualitas adalah kerja yang memiliki etik kerja sebagaimana<span>  </span>Islam menuntunkan.Bekerja giat dan cermat,bekerja keras dan cerdas, tekun , professional dan produktif, bermanfaat dan punya dampak multiefec untuk kebaikan personal dan sosial, disiplin dan mencermati waktu,berkompetisi secara positif, saling membangun dan saling menolong, merupakan sebagian dari tuntunan etik kerja bagi seorang muslim.Namun ternyata mobilisasi dan optimalisasi segenap sumber daya yang dimiliki manusia, belum cukup untuk sempurnanya sebuah pekerjaan. Pekerjaan /amal keshalihan barulah sempurna bila disertai sebuah kunci bernama “tawakkal”.Tawakkal kepada Sang Raja, ALLAH SWT.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Tawakkal secara bahasa adalah menyandarkan diri kepada yang lain. Orang yang bertawakkal kepada Allah adalah orang yang meyakini bahwa Allah menjamin rizkinya, mengatur segalanya sehingga ia tidak bersandar kepada yang lain. Tidak kepada hartanya, tidak kepada ilmunya,tidak kepada pangkatnya, tidak kepada anak, istri/suaminya, tidak kepada sajangnya, tidak pula kepada professornya.<br />
Hakikat dari tawakkal adalah kejujuran untuk menyandarkan hati kepada Allah, berusaha memperoleh manfaat dan menolak mudharat atas nama harapan akan ridha Allah, dalam segala kerja <span> </span>untuk dunia maupun akhiratnya, tentu saja setelah bulatnya sebuah tekad dan usaha. &#8220;….. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakkal.&#8221; (QS Ali-Imran: 159). Usaha/kerja dan tawakkal adalah pasangan yang saling menyempurnakan.Usaha tanpa tawakkal akan kurang nilainya,seseorang yang bertawakkal maka dia akan selalu “berusaha”. “ikat dulu untamu, baru bertawakkal”, demikian nasehat Rasulullah SAW kepada seorang sahabat.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Di bulan yang mulia nan istimewa<span>  </span>ini tak ada salahnya kita berupaya makin menyempurnakan kerja kerja amal keshalihan kita dengan tawakkal kepadaNya, dimanapun kita, siapapun kita, sebagai apapun kita.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Wallahu’alam bishowab. </span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/inas39.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/inas39.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inas39.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inas39.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inas39.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inas39.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inas39.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inas39.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inas39.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inas39.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inas39.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inas39.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inas39.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inas39.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inas39.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inas39.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=45&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inas39.wordpress.com/2007/09/26/kesempurnaan-pekerjaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64662c372c8d25103f7bb6a9c121468d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inas39</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inas39.files.wordpress.com/2007/09/dscn0941.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">dscn0941.JPG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wajah Ramadhan Di Negeri Kimchi</title>
		<link>http://inas39.wordpress.com/2007/09/20/wajah-ramadhan-di-negeri-kimchi/</link>
		<comments>http://inas39.wordpress.com/2007/09/20/wajah-ramadhan-di-negeri-kimchi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Sep 2007 00:23:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inas39</dc:creator>
				<category><![CDATA[kabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inas39.wordpress.com/2007/09/20/wajah-ramadhan-di-negeri-kimchi/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Bagi setiap muslim, bulan ramadhan adalah bulan yang begitu dinantikan, dirindukan karena begitu banyak keistimewaan dan keutamaan didalamnya. Bulan dimana satu amalan kebaikan direward dengan sekian lipat pahala dibanding hari biasa di bulan yang lain, bulan dimana Al Quran diturunkan,bulan yang didalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan ibadah, bulan tarbiyah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=41&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><a href="http://inas39.files.wordpress.com/2007/09/dscn1213.JPG"><img src="http://inas39.files.wordpress.com/2007/09/dscn1213.JPG?w=250&#038;h=300" align="left" border="5" height="300" hspace="5" vspace="5" width="250" /></a><font color="#800080"><span></span></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span>Bagi setiap muslim, bulan ramadhan adalah bulan yang begitu dinantikan, dirindukan karena begitu banyak keistimewaan dan keutamaan didalamnya. Bulan dimana satu amalan kebaikan direward dengan sekian lipat pahala dibanding hari biasa di bulan yang lain, bulan dimana Al Quran diturunkan,bulan yang didalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan ibadah, bulan tarbiyah, bulan taubah , bulan kepedulian pada sesama yang salah satunya terwujud melalui kewajiban zakat fitrah sampai diujung bulannya, <span> </span>bulan penuh ampunan, dan keistimewaan lainnya.Ramadhan ibarat sebuah laboratorium kehidupan dimana di didalamnya setiap muslim kembali di </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>cuci</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> dan </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>di latih</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> sehingga sekeluarnya dari laboratorium ini ada muncullah manusia baru yang </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>bertaqwa</span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>. </span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="justify"><font color="#800080"><strong><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa</span></strong><strong><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span>.</span></strong></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span>Semarak ramadhan tidak saja di rasakan di negeri negeri dengan penduduk mayoritas beragama islam semisal Indonesia. Di negeri kimchi ini <span> </span>pun dimana islam merupakan agama minoritas geliatnya juga terasa meski tak segegap gembita di negeri dimana islam menjadi mayoritas.Sepintas memang kehidupan masyarakat berjalan seperti biasa, seperti hari hari lainnya.Kota bangun dan tidur dalam rutinitas yang sama,orang berangkat kerja dengan tergesa, hiruk pikuk sub way, <span> </span>bis kota, mobil pribadi , sepeda dan pejalan kaki<span>   </span>hilir mudik dengan teratur. bar, restoran dan tempat hiburan yang tak pernah sepi pengunjung,pabrik dan kantor buka jam sembilan pagi tutup jam enam sore dan seterusnya.Wajarlah semua tampak tak berubah, karena Islam masih menjadi bagian dari agama agama kecil dinegeri yang sebagian besar penduduknya berasal dari ras mongoloid ini, sehingga pengaruhnya belum bisa menjangkau sisi sosial kemasyarakatan secara luas.Dalam masalah agama ,negeri dengan ibu kota negara Seol dan<span>  </span>bendera nasional Taegeukki yang melambangkan keselarasan dan perdamaian dunia ini , sangat dijamin kebebasannya oleh undang undang, bebas boleh beragama, boleh tidak beragama, <span> </span>sebuah kebebasan ala liberalis. Dari jumlah penduduk 49,044,790 jiwa (july 2007), <span> </span>sekitar 34,3 % penduduk tidak beragama. Agama terbesar dikorea adalah budha (50,7 %), dikuti <span> </span>Kristen katolik dan protestan (14 %),sisanya terdiri dari beberapa agama lain seperti chondokyo, budhisme won, termasuk islam.data terakhir menyebutkan bahwa jumlah ummat islam di korea diperkirakan sekitar 100 000 jiwa, dimana 40.000 adalah warga negara korea, selebihnya adalah kaum muslim yang menjadi resident migrant dari berbagai negara, seperti Pakistan, Bangladesh, Uzbekistan,Malaysia dan Indonesia.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span>Namun dibalik ke-biasa biasa-an itu justru menjadi pemacu kaum muslim untuk makin <span> </span>semangat<span>  </span>menghidupkan ramadhan di negeri yang terletak di Asia timur laut seluas 99.000 km 2 yang biasa disebut dengan Daehanminguk (republic korea) .</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span>Diawal ramadhan, ucapan selamat ramadhan ramai menghiasi alat komunikasi kaum muslimin dalam bentuk telpon , SMS maupun email dari kolega, teman , kerabat sesama muslim sebagian juga non muslim.milis milis muslim<span>  </span>diramaikan dengan diskusi diskusi dan kajian on line jelang ramadhan,masjid<span>  </span>yang tersebar diberbagai kota seperti di Seuol, kwangju, Anyang, Busan, Daegu dan Jeonju banyak menyelenggarakan <span> </span>kajian tarhib ramadhan.demikian pula untuk skala yang lebih kecil seperti Islamic center dan musholla tak kalah meriah menyambut ramadhan. Mushola Al Furqon misalnya, tempat ibadah yang berada di daegu , salah satu kota otonom korea , yang dikelola oleh para pekerja Indonesia melalui sebuah yayasannya </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>PERMATA</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> menyelenggarakan kajian tarhib ramadhan yang dihadiri oleh ustadz dari Indonesia,dihadiri sekitar seratusan pekerja dari kota daegu dan sekitarnya,diskusi cukup menarik dimana disana dibicarakan masalah masalah yang terkait puasa utamanya hukum hukumnya .melihat beratnya pekerjaan yang dihadapi para pekerja itu wajarlah kiranya bila seorang pekerja<span>  </span>menanyakan hukumnya bila tidak berpuasa saat bekerja dan diganti dihari lain saat<span>  </span>libur. Bayangkan seorang yang bekerja selama 12 jam sehari di pabrik pemotongan besi /baja , agar tidak kepanasan dia mesti ditemani dua kipas angin raksasa dan mesti minum berbotol botol air agar tidak kehausan dan<span>  </span>terpanggang panasnya ruang kerja,tentu bisa dibayangkan alangkah beratnya bila sang pekerja saat harus berpuasa ketika bekerja.<span>  </span></span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span>Begitu masuk bulan ramadhan yang tahun ini 1 ramadhan jatuh pada tanggal 13 September berbagai kegiatan dilakukan oleh berbagai organisasi muslim seperti organisasi pekerja Indonesia dikorea (IKMI,IKMIK, PUMITA,PERMATA, AL AMIN, KMC dll ) maupun organisasi muslim lainnya untuk memeriahkan suasana , dan menyemangati kaum muslimin untuk meningkatkan ibadah di bulan itu. Mulai dari sholat tarawih berjamaah, taujih ba</span><span style="font-family:'Times New Roman';">’</span><span>da tarawih , tilawah quran,khataman quran,hifdzil dan tadabur quran, <span> </span>I</span><span style="font-family:'Times New Roman';">’</span><span>tikaf dsb.Banyak cara dilakukan,misalnya kajian on line rutin dua kali sepekan selama ramadhan oleh milis muslim korea,penulisan artikel ramadhan yang dimuat di milis milis lokal,atau kegiatan lain seperti <span> </span>misalnya di Islamic center Daejon untuk memacu semangat berinteraksi dengan Alquran diselenggarakanlah acara kompetisi juz 30 dan nasyid,juga kajian akhwat pekanan tiap sabtu yang di bimbing oleh sister asal mesir.Ifthar bersama juga merupakan acara yang rutin dilakukan di berbagai tempat.Di masjid Jinju, misalnya sekalipun hanya berifthar dengan hidangan sederhana berupa kurma dan makanan ringan ala kadarnya, tidak mengurangi silaturahmi dan ukhuwah sesama muslim. Di masjid Busan pelatihan entrepreneurship bagi pelajar dan pekerja yang rutin diadakan, terselenggara semakin manis karena<span>  </span>dilanjutkan dengan iftar bersama.Di musholla changwon, ifthar diawali dengan </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>ceramah kesehatan</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> tentang kiat sehat selama ramadhan, suasana yang penuh kekeluargaan dan </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>guyup</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> seolah menghadirkan suasana pengajian ramadhan di kampung halaman.Bagi beberapa musholla nuansa etnik Indonesia pun masih kental terasa,jadi jangan kaget bila di negeri yang juga terkenal dengan ginsengnya ini ada kajian islam<span>  </span>dengan bahasa jawa </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>kromo inggil</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> , atau ada pesan pesan yang disampaikan<span>  </span>dalam bahasa sunda. </span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span>Untuk menambah semaraknya ramadhan beberapa organisasi muslim<span>  </span>mendatangkan ustadz dari Indonesia, tahun ini yang diundang adalah KH Abdullah Gymnastiar (AA Gym),<span>  </span>selama dua hari ustadz akan bersafari di kota kota besar korea untuk menyampaikan taujihnya.Pengundangan ustadz dari Indonesia di lakukan selain sebagai upaya untuk menambah ilmu, juga dimaksudkan untuk penggalangan dana demi pembangunan sebuah masjid pertama Indonesia yang direncanakan akan didirikan di Changwon, sebuah kota industri dimana banyak pekerja Indonesia terkonsentrasi.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span>Begitulah geliat ramadhan di Negara<span>  </span>dengan 8 propinsi dan 6 kota otonom ini.walaupun islam masih merupakan agama minoritas dan masih dianggap sebagai budaya </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>foreigners</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> ,adalah tugas setiap muslim di negeri won ini untuk mendakwahkan syiar islam kepada siapapun termasuk masyarakat korea. Pertanyaan </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>apakah anda sudah makan/anda punya makanan?</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span>, adalah pertanyaan paling familier setelah salam menanyakan kabar </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>anyeong haseyo</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span>, sehingga ketika jawaban kita </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>belum makan</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> (karena berpuasa) maka hal itu adalah sesuatu yang luar biasa yang akan menyebabkan mereka<span>  </span>bertanya, karena bagi masyarakat korea, makan dan prosesi makan adalah sebuah budaya komunal yang menempati posisi khusus dan penting dalam aktivitas budaya-sosial kemasyarakatan.Mereka akan sangat bersedih melihat ada orang yang belum makan.Ini adalah kesempatan yang baik bagi muslim untuk memperkenalkan islam kepada mereka melalui shoum ramadhan berlanjut kepada konsep islam lainnya.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span>Sehingga islam yang bersentuhan dengan negeri ini sejak pertengahan abad 9 dan terus berkembang <span> </span>utamanya sejak th 1950an saat pasca perang sipil korea, saat <span> </span>banyak tentara muslim asal turki yg merupakan bagian dari pasukan perdamaian dari PBB yang memperkenalkan islam,akan <span> </span>menjadi lebih bercahaya , lebih berkibar dan diterima.Allahu Akbar.</span></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/inas39.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/inas39.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inas39.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inas39.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inas39.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inas39.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inas39.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inas39.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inas39.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inas39.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inas39.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inas39.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inas39.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inas39.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inas39.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inas39.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=41&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inas39.wordpress.com/2007/09/20/wajah-ramadhan-di-negeri-kimchi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64662c372c8d25103f7bb6a9c121468d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inas39</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inas39.files.wordpress.com/2007/09/dscn1213.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MATA PANAH YANG TUMPUL ?, OH …..NO !!!…….</title>
		<link>http://inas39.wordpress.com/2007/09/01/mata-panah-yang-tumpul-oh-%e2%80%a6no-%e2%80%a6%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://inas39.wordpress.com/2007/09/01/mata-panah-yang-tumpul-oh-%e2%80%a6no-%e2%80%a6%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Sep 2007 00:44:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inas39</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inas39.wordpress.com/2007/09/01/mata-panah-yang-tumpul-oh-%e2%80%a6no-%e2%80%a6%e2%80%a6/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dunia ekonomi bila kita bicara masalah distribusi barang/pemasaran produk, salah satu system yang cukup pesat berkembang pada dekade belakangan ini adalah system MLM (Multi Level Marketing). Dalam system MLM ini barang di jual/ dipasarkan melalui konsumen yang juga berfungsi pula sebagai penyalur.konsumen ikut penjadi penjual.seorang upline yang merupakan seorang anggota yang terlebih dahulu mendapatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=39&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://inas39.files.wordpress.com/2007/09/dari-menara.jpg" title="dari-menara.jpg"><img src="http://inas39.files.wordpress.com/2007/09/dari-menara.jpg?w=150&#038;h=150" alt="dari-menara.jpg" align="left" border="5" height="150" hspace="5" vspace="5" width="150" /></a><font color="#993300"><span>Dalam dunia ekonomi bila kita bicara masalah distribusi barang/pemasaran produk, salah satu system yang cukup pesat berkembang pada dekade belakangan ini adalah system MLM (Multi Level Marketing). Dalam system MLM ini barang di jual/ dipasarkan melalui konsumen yang juga berfungsi pula sebagai penyalur.konsumen ikut penjadi penjual.seorang upline yang merupakan seorang anggota yang terlebih dahulu mendapatkan keanggotaan mendistribusikan dan menjual barang kepada downline yang merupakan anggota yang baru berafiliasi dalam MLM tersebut.satu upline mungkin akan merekrut beberapa downline,demikian pula downline akan mencari orang lain lagi untuk bergabung dalam system itu.demikian seterusnya sehingga jaringan pemasarannya semakin luas dan berkembang. </span></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#993300"><span>Dalam dunia </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>kebaikan</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> bisa jadi pemasaran dan distribusi kebaikan dikembangkan pula dengan system MLM ini. <span> </span>Karena dalam islam memang tak dikenal system ananiah/individualisme dalam masalah kebaikan. Maslahat dan kebaikan mesti disebarkan, didistribusikan kepada sebanyak banyak orang.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#993300"><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>Sampaikan dariku walaupun hanya satu ayat</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span>( HR. Ahmad, Bukhari dan Tarmizi). kesalihan pribadi saja tidak cukup, Islam mengajarkan keshalihan yang komunal dan memasyarakat, merupakan keindahan yang lebih punya makna.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#993300"><span>Kembali ke soal MLM,anggap saja bila guru kita di </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>dunia kebaikan</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> ini sebagai upline, maka kita adalah downline nya, yang mestinya para down line ini menjadi downline yang produktif dengan ikut aktip berperan dalam distribusi kebaikan, termasuk dalam merekrut downline yang lain,untuk mengembangkan kebaikan dan maslahat dengan lebih luas.sebagai downline mestinya kita bekerja layaknya<span>  </span>panah yang terlepas dari busurnya. Kemana busur islam diarahkan kesitulah<span>  </span>panah berjalan, berjalan dengan kecepatan yang optimal dan menghunjam tepat disasaran. Untuk dapat menghunjamkan pengaruh kebaikan maka sebagai<span>  </span>panah mestilah mempunya mata panah yang tajam..bisa jadi pemanah sudah mengarahkan panah pada arah sasaran sudah tepat namun karena mata panahnya tumpul tidak punya daya hunjam yang cukup, sehingga kebaikan yang dibawa menjadi tak tertancap dan tertanam .mata panah yang tumpul hanya akan menyebabkan tidak efisiennya<span>  </span>energi pemanahnya,mata panah yang tumpul hanya akan menghambat distribusi kebaikan dan berkembangnya bangunan islam. Downline yang tidak produktip, selalu meminta<span>  </span>tanpa pernah memberi, selalu menerima tanpa pernah berbagi, selalu menjadi<span>  </span>objek tanpa mau menjadi subjek, selalu mencari kelemahan tanpa memberi solusi.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#993300"><span>Sudah menjadi sunnatullah di dunia kebaikan , bahwa ladang ladang kebaikan tempat menanam kebenaran tak banyak orang yang tertarik untuk ikut berpeluh , membanting tulang bekerja menanam, merawat benih tanamanan al haq.Karenanya Allah telah menjanjikan hasil panen yang sedemikian indah dan utama sebagai rewardnya.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#993300"><em><span><span> </span></span></em><em><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: </span></em><em><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?</span></em><em><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> <strong>(QS.Al Fushilat:33).</strong></span></em></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#993300"><em><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span> Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung</span></em><em><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> <strong>(QS 3 :104)</strong></span></em></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#993300"><em><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma&#8217;ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta&#8217;at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana <strong>( QS 9 : 71).</strong></span></em></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#993300"><em><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya. Dan Itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.</span></em><em><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> <strong>(QS. Az-Zukhruf 71-72)</strong></span></em></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#993300"><span>Dengan balasan yang seindah itu tidakkah kita merasa tergerak untuk ingin menjadi mata mata panah yang tajam, yang siap menghunjamkan kebaikan dan kebenaran dimana saja berada, <span> </span>disaat apapun juga, dalam keadaan ringan maupun berat, pada saat lapang maupun sempit, disaat senang maupun tak suka.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#993300"><span>Wahai para mata panah janganlah engkau<span>  </span>pernah tumpul atau bahkan gugur sebelum sasaran akhir tercapai.ialah sasaran keridhoanNya di dunia dan syurga.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#993300"><span>Wallahu a</span><span style="font-family:'Times New Roman';">’</span><span>lam bishowab </span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#993300"><span>Jinju 1 september 2007</span></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/inas39.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/inas39.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inas39.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inas39.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inas39.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inas39.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inas39.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inas39.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inas39.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inas39.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inas39.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inas39.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inas39.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inas39.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inas39.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inas39.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=39&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inas39.wordpress.com/2007/09/01/mata-panah-yang-tumpul-oh-%e2%80%a6no-%e2%80%a6%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64662c372c8d25103f7bb6a9c121468d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inas39</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inas39.files.wordpress.com/2007/09/dari-menara.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dari-menara.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANTARA KITA, ORANG TUA DAN JALAN KE SYURGA</title>
		<link>http://inas39.wordpress.com/2007/08/02/antara-kita-orang-tua-dan-jalan-ke-syurga/</link>
		<comments>http://inas39.wordpress.com/2007/08/02/antara-kita-orang-tua-dan-jalan-ke-syurga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2007 02:34:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inas39</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inas39.wordpress.com/2007/08/02/antara-kita-orang-tua-dan-jalan-ke-syurga/</guid>
		<description><![CDATA[Status yang melekat pada setiap kita sejak lahir ke dunia, tak lain adalah status sebagai anak (kecuali N Adam AS dan istrinya Hawa tentunya). status ini tak mengenal dimensi , kecuali dimensi masa sampai akhir hayat kita.sehingga kewajibandan tanggung jawab atas status ini pun bersifat madal hayah. Menurut hukum kausalitas, keberadaan kita didunia ini adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=37&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-family:'Times New Roman';"></span><span style="font-family:'Times New Roman';"></span></p>
<p><a href="http://inas39.files.wordpress.com/2007/08/kursi-taman.jpg" title="kursi-taman.jpg"><img src="http://inas39.files.wordpress.com/2007/08/kursi-taman.jpg?w=200&#038;h=200" alt="kursi-taman.jpg" align="right" border="5" height="200" hspace="5" vspace="5" width="200" /></a></p>
<p class="MsoNormal"><font color="#008000"><span style="font-family:'Book Antiqua';">Status yang melekat pada setiap kita sejak lahir ke dunia, tak lain adalah status sebagai anak (kecuali N Adam AS dan istrinya Hawa tentunya).<span>  </span>status ini tak mengenal dimensi , kecuali dimensi masa sampai akhir hayat kita.sehingga kewajibandan tanggung jawab<span>  </span>atas status ini<span>  </span>pun bersifat madal hayah.</span></font></p>
<p><font color="#008000">Menurut hukum kausalitas, keberadaan kita didunia ini adalah melalui peran besar kedua orang tua kita.Merekalah yang membuat kita lahir ke dunia. Sebagian atas peran mereka pulalah yang menjadikan kita sebagaimana kita sekarang ini.Dengan proses yang &#8220;berdarah darah&#8221; kedua orang tua telah mengantarkan anak anaknya menjadi dewasa . tak terbilang &#8220;homework&#8221; yang mereka hadapi, mulai urusan ekonomi, pendidikan , spiritual, sosial kemasyarakatan dsb dalam proses mengantarkan anak anak nya menuju kemandirian sebagai manusia.segala sisi potensi jiwa raga, sisi kognitif,afektif,dan skill mereka curahkan untuk tumbuh kembangnya si buah hati yang bernama &#8220;kita&#8221;.</font><font color="#008000">Barangkali itulah salah satu hikmah mengapa Allah memposisikan birul walidain (berbuat baik kepada orang tua menjadi sebuah amalan yang utama dan mulia, dan disuka.</font><font color="#008000"></font></p>
<p><font color="#008000"><strong>1.       </strong><strong>karena kedudukannya begitu utama ,di kaitkan dengan larangan mempersekutukanNya</strong></font></p>
<p><font color="#008000">(QS An Nisa 36, QS al An ‘am 151,  QS luqman, 13-14)</font></p>
<p><font color="#008000">2.       <strong>karena menjadi salah satu amal yang disukai Allah</strong> :</font></p>
<p><font color="#008000">Dari ‘Abdullah bin Mas&#8217;ud radliyallahu &#8216;anhu, ia berkata : Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam : &#8220;Amalan apakah yang paling disukai Allah?&#8221; Beliau menjawab : &#8220;Shalat tepat pada waktunya.&#8221; Aku katakan : &#8220;Kemudian apa?&#8221; Beliau menjawab : &#8220;Birrul Walidain (berbuat baik kepada orang tua).&#8221; Aku katakan : &#8220;Lalu apa?&#8221; Beliau menjawab : &#8220;Jihad di jalan Allah.&#8221; (HR. Bukhari nomor 5970 dan Muslim nomor 139)</font></p>
<p><font color="#008000"><strong>3.       </strong><strong>karena  dengannya menjadi sebagian penentu masuk tidaknya kita ke syurga</strong></font></p>
<p><font color="#008000">‘Abdullah bin Mas&#8217;ud <em>radliyallahu &#8216;anhu</em> berkata : Rasulullah <em>Shallallahu &#8216;Alaihi  Wa Sallam</em> bersabda :<em>&#8220;Semoga terhina, semoga terhina, semoga terhina, orang yang mendapati kedua orang tuanya telah tua salah satunya atau keduanya tapi dia tidak bisa masuk Surga (karena keduanya, pent.).&#8221;</em> (HR. Muslim nomor 2551)</font></p>
<p><font color="#008000">4.       <strong>karena ketiadaannya akan melahirkan kedurhakaan</strong> yang merupakan salah satu dosa besar yang akan mengahantarkan kita jauh dari syurga bahkan menjadi jalan ke neraka, naudzubillah min dzalik.</font></p>
<p><font color="#008000">Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radliyallahu &#8216;anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam bersabda :&#8221;Tiga orang yang tidak akan dilihat Allah di hari kiamat adalah orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai laki-laki, dan dayyuts (pria yang membiarkan istrinya bermaksiat). Dan tiga jenis orang yang tidak masuk Surga adalah orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, peminum (pecandu) khamr, dan pengungkit-ungkit pemberian bila diberi.&#8221;<strong> </strong>( Shahihul Jami&#8217; nomor 3066 dan Ash Shahihah nomor 674)</font></p>
<p><font color="#008000">Dari Mughirah bin Syu&#8217;bah radliyallahu &#8216;anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam bersabda :&#8221;Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada para ibu, mengubur anak wanita hidup-hidup, tidak mau menunaikan yang wajib, dan mengambil yang bukan haknya dari barang milik orang lain.&#8221; (HR. Bukhari nomor 5975 dan Muslim nomor 539)</font></p>
<p><font color="#008000">Abu Bakrah menceritakan, bahwasanya Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam bersabda : &#8220;Maukah kalian aku beritahukan tentang dosa besar yang paling besar?&#8221; (Beliau mengulanginya sampai tiga kali). Maka kami berkata : &#8220;Tentu, wahai Rasulullah!&#8221; Beliau bersabda : &#8220;Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.&#8221; Ketika itu beliau bersandar kemudian duduk sambil berkata : &#8220;Ketahuilah begitu juga dengan ucapan dusta dan saksi dusta.&#8221; Beliau terus mengulang-ulangnya hingga kami berkata : &#8220;Semoga beliau diam.&#8221; (HR. Bukhari nomor 2653 dan Muslim nomor 87)</font></p>
<p><font color="#008000">Jadi memang berbuat baik kepada kedua orang tua tidak semata mata karena balas budi  dan jasa, karena memang jasa budi orang tua tak kan  pernah sanggup  kita membalasnya, namun lebih dari itu karena birul walidain merupakan perintah allah SWT kepada manusia.</font></p>
<p><font color="#008000">Wawasshoinal insana bi walidaihi, Dan Kami perintahkan manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya (QS Luqman 14).</font></p>
<p><font color="#008000">Sebatas mana sikap birul walidain ini?. Rasulullah SAW menggambarkan dalam hadistnya :</font></p>
<p><font color="#008000">1.       Dari Asma binti Abu Bakar ia berkata: Ibuku mendatangiku, sedangkan ia seorang wanita musyrik di zaman Rasulullah . Maka aku meminta fatwa kepada Rasulullah dengan mengatakan: Ibuku mendatangiku dan dia menginginkan aku (berbuat baik kepadanya), apakah aku (boleh) menyambung (persaudaraan dengan) ibuku beliau bersabda: ya, sambunglah ibumu. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).</font></p>
<p><font color="#008000">Hadist ini mengambarkan bahakan ketika orang tua kita musryik sekalipun , berbuat baik dalam mempergaulinya adalah juga merupakan kewajiban.</font></p>
<p><font color="#008000">2.       Thabrani meriwayatkan dengan sanad yang sampai kepada Sa&#8217;ad bin Malik , dia berkata: Dahulu aku seorang laki-laki yang berbakti kepada ibuku. Setelah masuk Islam, ibuku berkata: Hai Sa&#8217;ad! Apa yang kulihat padamu telah mengubahmu, kamu harus meninggalkan agamamu ini atau aku tidak akan makan dan minum hingga aku mati, lalu kamu dipermalukan karenanya dan dikatakan: Hai pembunuh ibu! Aku menjawab: Hai Ibu! Jangan lakukan itu. Sungguh dia tidak makan, sehingga dia menjadi letih. Tindakannya berlanjut hingga tiga hari, sehingga tubuhnya menjadi letih sekali. Setelah aku melihatnya demikian aku berkata: Hai Ibuku! Ketahuilah, demi Allah, jika kamu punya seratus nyawa, lalu kamu menghembuskannya satu demi satu maka aku tidak akan meninggalkan agamaku ini karena apapun. Engkau dapat makan maupun tidak sesuai dengan kehendakmu. (Tafsir Ibnu Katsir III/791).</font></p>
<p><font color="#008000">Disini kita bisa melihat bahwa untuk masalah aqidah , apabila orang tua memerintahkan hal yang bertentangan dengan ketauhidan dan penolakan terhadap perintah Allah ,maka tidak ada kewajiban untuk mentatatinya, walaupun sikap baik dan hormat tetap  disyariatkan.</font></p>
<p><font color="#008000">3.       Dari Abu Usaid Malik bin Rabi&#8217;ah As-Sa&#8217;idi berkata: Ketika kami sedang duduk dekat Rasulullah , tiba-tiba datang seorang laki-laki dari (suku) Bani Salamah lalu berkata: Wahai Rasulullah, apakah masih ada sesuatu yang aku dapat lakukan untuk berbakti kepada kedua orangtuaku setelah keduanya wafat Beliau bersabda: Ya, yaitu mendoakan keduanya, memintakan ampum untuk keduanya, menunaikan janji, menyambung persaudaraan yang tidak disambung kecuali karena keduanya, dan memuliakan kawan keduanya. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban di dalam sahihnya)</font></p>
<p><font color="#008000">Birul walidain mesti dilakukan tidak terbatas  hanya ketika orang tua masih hidup , ketika mereka wafatpun , ada kewajiban kita untuk menunaikannya.</font></p>
<p align="center"><font color="#008000"><strong>&#8220;wahai Tuhan ku, Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku sewaktu kecil&#8221; (QS Al isra&#8217; (17):24)</strong></font></p>
<p align="center"><font color="#008000"><strong>&#8220;Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhoi, dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Enkau, dan sungguh aku termasuk orang muslim&#8221; (QS al ahqaf(46) :15)</strong></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/inas39.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/inas39.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inas39.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inas39.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inas39.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inas39.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inas39.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inas39.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inas39.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inas39.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inas39.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inas39.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inas39.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inas39.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inas39.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inas39.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=37&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inas39.wordpress.com/2007/08/02/antara-kita-orang-tua-dan-jalan-ke-syurga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64662c372c8d25103f7bb6a9c121468d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inas39</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inas39.files.wordpress.com/2007/08/kursi-taman.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kursi-taman.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BENANG MERAH PRIORITAS DAN TARBIYAH</title>
		<link>http://inas39.wordpress.com/2007/07/25/benang-merah-prioritas-dan-tarbiyah/</link>
		<comments>http://inas39.wordpress.com/2007/07/25/benang-merah-prioritas-dan-tarbiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jul 2007 01:09:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inas39</dc:creator>
				<category><![CDATA[gagasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inas39.wordpress.com/2007/07/25/benang-merah-prioritas-dan-tarbiyah/</guid>
		<description><![CDATA[BENANG MERAH PRIORITAS DAN TARBIYAH &#160; PRIORITAS &#160; Menapaki hari hari dalam mengisi kehidupan ini, setiap kita pasti mempunyai sesuatu yang bernama prioritas. Sesuatu yang paling mendominasi, yang harus diutamakan, didahulukan, dan mendapat perhatian.Sesuatu yang menuntut kita untuk menaruhnya dalam wilayah terluas dalam peta pikiran yang tiap hari kita gambarkan.Tiap orang pastinya punya judul prioritas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=35&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="justify"><font color="#800080"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">BENANG MERAH PRIORITAS DAN TARBIYAH</span></strong></font><a href="http://inas39.files.wordpress.com/2007/07/dichelostemma_capitatum_flowersi_jp523.jpg" title="dichelostemma_capitatum_flowersi_jp523.jpg"></p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://inas39.files.wordpress.com/2007/07/dichelostemma_capitatum_flowersi_jp523.jpg?w=100&#038;h=100" alt="dichelostemma_capitatum_flowersi_jp523.jpg" border="5" height="100" hspace="5" vspace="5" width="100" /></p>
<p></a></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">PRIORITAS</span></strong></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Menapaki hari hari dalam mengisi kehidupan ini, setiap kita pasti mempunyai sesuatu yang bernama prioritas. Sesuatu yang paling mendominasi,<span>  </span>yang harus diutamakan, didahulukan, dan mendapat perhatian.Sesuatu yang menuntut kita untuk menaruhnya dalam wilayah terluas dalam peta pikiran yang tiap hari kita gambarkan.Tiap orang pastinya punya judul prioritas yang berbeda beda,bisa jadi prioritas itu adalah karier dalam pekerjaan, study, keluarga, teman, uang, makanan atau apapun itu.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Ada</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> banyak hal yang mempengaruhi seseorang untuk membuat prioritas , namun secara empiris ,menurut saya setidaknya ada dua hal yang mempengaruhi.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Pertama, adalah masalah “persepsi”.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Persepsi adalah cara bagaimana kita menerima informasi atau menangkap sesuatu hal, secara pribadi atau individu .Persepsi ini akan membangun bentuk bentuk pikiran dalam diri kita, menterjemahkan apa apa yang mesti penting dan perlu kita lakukan termasuk dalam pengambilan sebuah keputusan (baca = prioritas).Apapun bentuk persepsi yang hidup dalam diri kita entah itu persepsi yang sifatnya konkret/ nyata, maupun persepsi yang abstrak/kasat mata, keduanya punya pengaruh dalam menentukan peran apa yang mendominasi diri kita baik secara aqly, ruhy dan jasady.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Ada</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> seorang teman yang mengatakan bahwa makanan dan proses makan adalah sesuatu yang kedudukannya adalah hanya<span>  </span>sebagai penunjang keberlangsungan hidup, jadi untuk masalah makan memakan dalam persepsinya adalah <span> </span>bukan hal yang menjadi masalah besar, sepanjang makanan itu halal,cukup gizi,bersih,rasanya tidak asing di lidah, maka nikmat saja disantap. Soal penampilan penyajian, judul menu, tempat<span>  </span>dll tidak menjadi soal, alih alih menjadikannya sesuatu yang prioritas. Tentu ini berbeda bagi penganut faham makanan dan proses makan tidak hanya sekedar sebagai pelengkap kebutuhan dasar, <span> </span>melainkan sebagai bagian dari <span> </span>gaya hidup,gengsi, status sosial, seni, hobby dll.<span>  </span>Ini adalah contoh tentang bagaimana persepsi tentang makanan dan proses makan yang berbeda memunculkan sikap yang berbeda .menjadikan proritas yang berbeda pula.semakin positip (baca=merasuk kedalam diri) sebuah persepsi akan semakin kuat pengaruhnya dalam diri seseorang untuk mempengaruhi penentukan prioritas dalam hidupnya. </span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Kedua adalah masalah “kebutuhan”</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Semakin kita merasa “butuh pada sesuatu , maka sesuatu itu akan semakin menjadi hal yang prioritas bagi kita.menurut derajatnya kebutuhan yang akan menjadi prioritas adalah jenis kebutuhan yang masuk pada kategori kebutuhan penting dan genting. Kebutuhan yang sifatnya penting tapi tidak genting, maka pemenuhannya tidak perlu disegerakan sehingga menjadi tidak prioritas. Demikian pula kebutuhan yang sifatnya genting tapi tidak penting, mungkin pada kondisi tertentu akan perlu kita <span> </span>abaikan saja pemenuhannya.misalnya dering telpon pada suatu rapat untuk memutuskan hal yang sangat urgen,dering telpon adalah sesuatu yang genting, untuk segera diangkat, tapi bisa jadi itu tidak penting karena hanya telpon salah sambung.sehingga mestinya memang setiap kita trampil dalam menerapkan manajemen penting genting kebutuhan<span>  </span>terkait dengan soal pengaruhnya untuk sebuah prioritas.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Kedua hal diatas<span>  </span>dalam mempengaruhi seseorang untuk membuat prioritas dalam hidupnya bersifat layaknya diagram Venn, dimana prioritas adalah irisan antara persepsi dan kubutuhan .</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">TARBIYAH</span></strong></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Setiap kita pasti menginginkan kehidupan yang lebih baik dari hari ke hari. Untuk itu semua potensi dan peluang <span> </span>kita arahkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan kita ,dari segala sisi baik pikir, raga dan ruh. Salah satu jalan untuk itu adalah melalui jalan tarbiyah (pembinaaan) yang komprehensif, holistik ,kontinyu, dan professional dalam bingkai islam, sehingga melahirkan kepribadian muslim dan kepribadian da’i. sholih pribadi, sholih sosial, sholih susila, unggul secara komparatif dan kompetitif. </span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Tarbiyah <span> </span>menjadi keniscayaan yang mesti dilakukan karena dengan tarbiyah telah terbukti lahir generasi unggul seperti para sahabat yang bak gemintang dilangit sebagai hasil tarbiyah islamiyah yang dilakukan Rosulullah SAW.Tarbiyah menyediakan media learning by doing dari aspekkognitif, afektif dan skill dari para anggotanya. Tarbiyah memang bukan segala galanya, tetapi tanpa tarbiyah segala galanya tidak akan bisa tercapai, demikian sebuah kalimat sarat ma’na yang disampaikan seorang ulama.Ini tentu bukan <span> </span>semata “jargon dogmatis” namun memang sejarah menorehkan fakta bahwa tarbiyah mampu menjadikan seorang muslim menjadi tidak saja sebagai agent of change tetapi juga menjadi seorang director of change dalam mengemban tugas mulia sebagai khalifatur fil ardh, yang tidak saja kokoh secara internal tetapi juga <span> </span>tegar menghadapi tribulasi eksternal. Lihatlah bagaimana rayuan raja ghosan sama sekali tak berarti dihadapan kaab bin Malik saat Kaab dalam posisi sulitnya atas hukuman, lihatlah bagaimana Musab bin Umair merelakan ke”selebritis”annya di masa muda demi sebuah “keyakinan Islamnya”, dan mulia sebagai syahid dengan berdarah darah. Tengoklah bagaimana Said Qutb <span> </span>menolak mentah iming2 menjadi menteri dan memilih “rela” tiang gantungan menjadi cara perjumpaan dengan Rabbnya dalam senyum yang terkembang dibibirnya.Semua itu tak akan muncul dari pribadi pribadi yang lemah, tarbiyah telah menguatkannya.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">PRIORITAS DAN TARBIYAH</span></strong></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Seberapa cepat proses akselerasi kita dalam menjadi diri yang lebih baik melalui tarbiyah , adalah sangat tergantung dimana kita meletakkan tarbiyah dalam <span> </span>persepsi dan kebutuhan kehidupan ini. </span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Bila tarbiyah diri masih kita persepsikan sebagai sebuah sarana pemanfaatan waktu luang dan waktu sisa, kita butuhkan hanya sebagai media agar kita tidak salah mencari lingkungan dsb, maka kita <span> </span>akan lambat menemukan kata tarbiyah sebagai prioritas kehidupan kita.Padahal kita mesti berpacu dengan waktu dalam mengakselerasi diri menjadi lebih berkualitas dan lebih berbekal . Masa tidak pernah menunggu kita, kita lah yang mesti mengejarnya sehingga tarbiyah madal hayah (pembinaan sepanjang hidup)yang kita lakukan terus berkembang tidak stagnan . Sehingga kita tidak hanya menjadi “penikmat” keindahan islam tetapi juga sekaligus sebagai “penyaji “ islam. Sehingga kita tidak cukup puas menjadi orang orang yang berada ditepi dalam putaran islam , tetapi terus melaju bergerak menuju menjadi inti putaran. Arus inti putaran akan sedemikian kuat menarik kita dalam kesempurnaan islam ,sedang arus ditepi putaran berisiko menjadikan kita lepas dari putaran.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="justify"><font color="#800080"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">“Hai orang orang yang beriman,bertaqwalah kepada Allah dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok “</span></strong></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="justify"><font color="#800080"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">(QS Al Hasyr : 18)</span></strong></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Astagfirullah, wallahu a’lam bishowab.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Jinju, 24 Juli 2007.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="justify"> <span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/inas39.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/inas39.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inas39.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inas39.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inas39.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inas39.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inas39.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inas39.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inas39.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inas39.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inas39.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inas39.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inas39.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inas39.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inas39.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inas39.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=35&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inas39.wordpress.com/2007/07/25/benang-merah-prioritas-dan-tarbiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64662c372c8d25103f7bb6a9c121468d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inas39</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inas39.files.wordpress.com/2007/07/dichelostemma_capitatum_flowersi_jp523.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dichelostemma_capitatum_flowersi_jp523.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>the spirit of Nongae</title>
		<link>http://inas39.wordpress.com/2007/07/09/the-spirit-of-nongae/</link>
		<comments>http://inas39.wordpress.com/2007/07/09/the-spirit-of-nongae/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2007 02:51:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inas39</dc:creator>
				<category><![CDATA[hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inas39.wordpress.com/2007/07/09/the-spirit-of-nongae/</guid>
		<description><![CDATA[THE SPIRIT OF NONGAE Bila sedang berkunjung ke Jinju, kota kecil tempat saya dan keluarga tinggal sekarang ini,selain jinju bibimbab /kkotbab (flower rice) yang terkenal dengan kekhasannya itu,ada satu lagi hal menarik yang khas di sini.Yang saya maksud adalah sebuah kartun bergambar wanita muda dengan pakaian hanbuk dan senyumannya yang unik, akan tampak menghiasi hampir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=28&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><font color="#008000"><strong><span>THE SPIRIT OF NONGAE</span></strong></font></p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><a href="http://inas39.files.wordpress.com/2007/07/nongae.jpg" title="nongae.jpg"><img src="http://inas39.files.wordpress.com/2007/07/nongae.thumbnail.jpg?w=497" alt="nongae.jpg" align="left" /></a></font><font color="#008000"><span>Bila sedang berkunjung ke Jinju, kota kecil tempat saya dan keluarga tinggal sekarang ini,selain <em>jinju bibimbab /kkotbab</em> (flower rice) yang terkenal<span>  </span>dengan kekhasannya itu,ada satu lagi hal menarik yang khas di sini.Yang saya maksud adalah sebuah kartun bergambar wanita muda dengan pakaian <em>hanbuk</em> dan senyumannya yang unik, akan tampak menghiasi hampir di setiap sudut kota ,pasar, terminal,rumah sakit, kantor pos, toko buku,rumah makan, parkiran ,tiang listrik, papan nama perusahaan, kendaraan umum,<span>  </span>tas belanja , bahkan tempat sampah .Dia lah Nongae, wanita muda di gambar itu.Nongae benar benar menjadi<span>  </span>icon bagi kota dengan motto </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>charm jinju</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> ini.tak cuma itu Nongae adalah tokoh bagi Jinju bahkan pahlawan bagi korea.Siapakah Nongae sehingga sedemikian menjadi istimewa?.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><span>Nongae <span> </span>kecil, lahir dan besar dalam sebuah keluarga sederhana ,meski demikian ia tumbuh menjadi seorang gadis yang pintar dan matang. Di usia tujuh belas tahun , dia pun menikah dengan Choi Gyeonghwae seorang pria yang banyak memberikan pengaruh dalam kehidupannya. Dua tahun kemudian , tahun 1592 saat Jepang menginvasi korea,suami Nongae diangkat sebagai komandan pasukan di wilayah Gyeongsang, sebuah daerah di bagian selatan korea. Diawal perjuangan kemenangan demi kemenganan diraih dalam peperangan itu, namun sayang dalam peperangan berdarah sebelas hari saat pasukan Choi Gyeonghwae mempertahankan benteng jinju,suami baik itu gugur bersama 70. 000 prajurit korea lainnya.Kemenangan itu dirayakan besar besaran oleh pasukan Jepang di benteng Jinju,dengan pesta minum dan mendatangkan para wanita.<span>  </span>Nongae pun<span>  </span>hadir di pesta itu dengan <em>hanbuk</em> terbaiknya.Disaat para wanita korea<span>  </span>lain lemah dalam kekalahan sesungguhnya dengan melarutkan diri dalam pesta, Nongae memisahkan diri keluar menuju sebuah<span>  </span>batu besar datar tepat di tepi Nam river, sebuah sungai besar tak jauh dari lokasi benteng Jinju. Kecantikan Nongae ternyata cukup memikat salah seorang jenderal tentara Jepang Geyamura Rokuske yang diam diam mengikutinya ke tepi sungai.singkat cerita keduanya pun menari diatas batu,namun bagi Nongae tarian itu bukan tarian biasa, tarian itu adalah tarian patriotisme demi sebuah cinta, cinta untuk<span>  </span>suaminya dan cinta bagi bangsa korea, bagaimana tidak, diakhir tarian itu Nongae menceburkan dirinya sendiri ke Nam river<span>  </span>sembari menarik sang jenderal Jepang yang sudah mabuk itu ke sungai,menahan sang jenderal keluar dari air dengan mengikatkan jemarinya dengan dua cincin kembar ditangan kanan dan kirinya. dan akhirnya keduanya <span> </span>tenggelam.Nongae tewas atas nama semangat loyalitas dan cinta, Itulah yang membuatnya istimewa.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><span> </span><a href="http://inas39.files.wordpress.com/2007/07/images.jpg" title="images.jpg"><br />
</a></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><span>Diluar itu, bagi saya<span>  </span>kisah Nongae memberikan pelajaran sekali lagi tentang<span>  </span>arti sebuah loyalitas dan cinta. Bagaimana kekuatan dua hal tersebut apabila dimaknai secara mendalam akan memberikan energi yang begitu dahsyat dan melahirkan sebuah keberanian luar biasa. Sebagai seorang muslim, tentu saja loyalitas dan cinta semacam ini hanya pantas kita persembahkan kepada Nya, Allah illah kita.cinta dan dedikasi selainNya mesti berbingkai atas cinta dan loyalitas kepadaNya.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><span>Loyalitas dan cinta memerlukan kejujuran dan bukti, dalam arti tidak hanya sebatas angan dan kata kata, sebagaimana Nongae telah membuktikan dengan menenggelamkan sang jenderal Jepang, sekalipun nyawanya menjadi bayarannya. Tetapi itulah harga yang mesti dibeli atas nama kejujuran dan konsekuensi, yang membuktikan cinta dan loyalitasnya tidak menipu dan palsu, mesti ada nuansa <span> </span>keikhlasan , keteguhan, kesabaran, keberanian dan pengorbanan.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><span>Begitu pula loyalitas<span>  </span>dan cinta kepada Allah, tidak hanya berputar disekitar wacana, tetapi perlu aplikasi dalam bentuk amal amal keshalihan.sehingga semerbak keshalihan itu tidak hanya dirasakan sendiri secara pribadi tapi juga untuk manusia lainnya.Beramal shalih seoptimal kemampuan( </span><span style="font-family:'Times New Roman';">“</span><span>bukan kemauan</span><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span>), sehingga amal itu menjadi amalan utama sebagai bukti loyalitas dan cinta.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><strong><span>Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah ra, ia bertanya kepada Rasulullah SAW : Amal apakah yang paling utama ? Beliau menjawab : iman kepada Allah dan berjuang di jalanNya. Saya bertanya : Memerdekakan budak bagaimana yang paling utama?. Beliau menjawab : memerdekakan budak ketika sangat disayang oleh tuannya dan yang paling mahal harganya. Saya bertanya : seandainya saya tidak mampu berbuat yang sedemikian lalu bagaimana? Beliau menjawab: kamu menbantu orang yang bekerja atau kamu menyibukkan diri agar hidupmu tidak sia sia.saya bertanya lagi. Wahai rasulullah bagaimana jika saya tidak mampu untuk melakukan sebagian pekerjaan itu?. Beliau menjawab : Janganlah kamu berbuat kejahatan kepada sesama manusia karena sesungguhnya yang demikian itu termasuk sedekah untuk dirimu</span></strong><strong><span style="font-family:'Times New Roman';">”</span><span> (HR Bukhori- Muslim).</span></strong></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><span>Nongae hanyalah sebagian dari penggal penggal kisah hidup manusia yang bisa menjadi ayat kauniyah bagi kita.semoga kita bisa membaca.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><span>Wallahu a</span><span style="font-family:'Times New Roman';">’</span><span>lam bishowab.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><span> </span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><span>Catatan.</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><span>Bibimbab = menu khas korea yang terdiri dari nasi dan pelengkapnya terdiri dari sayur, daging/telur dengan bumbu khas yang biasanya disajikan dalam mangkuk .</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#008000"><span>Hanbuk = pakaian tradisional korea</span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span><font color="#008000">Jinju = kota kecil bersejarah di Propinsi Gyeongsang di wilayah <span> </span>selatan korea selatan</font> <span> </span></span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span> </span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><font color="#800080"><span> </span></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span> </span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/inas39.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/inas39.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/inas39.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/inas39.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/inas39.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/inas39.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/inas39.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/inas39.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/inas39.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/inas39.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/inas39.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/inas39.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/inas39.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/inas39.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/inas39.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/inas39.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=inas39.wordpress.com&amp;blog=1175591&amp;post=28&amp;subd=inas39&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inas39.wordpress.com/2007/07/09/the-spirit-of-nongae/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64662c372c8d25103f7bb6a9c121468d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">inas39</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inas39.files.wordpress.com/2007/07/nongae.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nongae.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
