POHON MUDA YANG BAIK

dscn2089.jpg

POHON MUDA YANG BAIK

Dalam setiap kisah sejarah, kisah kepahlawanan, kisah revolusi sosial selalu saja ada sekelompok manusia yang biasanya menjadi agent of change nya, ya dialah yang disebut pemuda.Dalam tarikh islam kita pun mengenal pemuda pemuda cemerlang hasil pendidikan nabawi yang pada usia belia sudah menghasilkan karya luar biasa yang mereka persembahkan untuk ummat.lihatlah bagaimana seorang muadz bin Jabal dalam di usianya yang 18 tahun telah diangkat sebagai hakim agung, bahkan Rosullulah sendiri menyatakan kemuliaannya dengan sabdanya :muadz bin Jabal adalah orang yang paling tahu halal dan haram dikalangan ummatku .usia sweet seventeen bagi Usamah bin Zaid bahkan dilewatkan dengan menanggung amanah sebagai Panglima Perang Tabuk untuk melawan tentara Romawi.Pun juga seorang Musab bin Umair menjadi duta islam ke yatsrib(madinah) saat masih remaja.tak kalah heroiknya Abu ubaidah bin al Jarrah seorang pemuda ahli strategi perang ,manajemen ulung dan pimpinan sejati, pun juga dijuluki amin ummat islam oleh rasullulah. Masih ratusan lagi kisah kisah indah yang menggambarkan pemuda sebagai motor dan pelaku reformasi sejarah.

Peran strategis ini tentu tak lepas dari karakter khusus para pemuda yang dinamis ,proaktif, independent, dan visioner.

Deskribsi masa muda dalam Alquran digambarkan dengan indah dalam surat Ar Rum 54 : Allah lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dia kehendaki. Dan dia maha mengetahui, maha kuasa.Dalam tafsir fii dzilalil Quran sayyid Qutub memberikan gambaran kuat dalam ayat tadi adalah kekuatan fisiologi(jasmani/struktur tubuh) dan kekuatan psikologi(yang meliputi pula aspek intelektual) ,yang itu hanya ada pada masa remaja dan masa dewasa,sebagaimana tafsir ibnu katsir menjelaskan yang dimaksud kuat pada ayat 54 surat Ar Rum tadi.

Untuk itu nampaknya sangat merugi , bagi kita yang berusia muda atau minimalnya masih berjiwa muda bila sampai melewatkan golden periode ini untuk banyak berkarya.

Modal Berkarya

Faaqidusy Syai Laa Yuthi ,yang tidak berpunya , tidak akan memberi, ungkapan ini memperjelas bahwa dalam memainkan peran kekaryaannya , seorang pemuda mestilah membutuhkan modal. Modal itu bisa jadi berupa kekuatan moral, kekuatan intelektual, kekuatan idelisme, kekuatan manhaj/metodologi, kefitrahan,modal institusional dan material atau bahkan apa saja yg sekiranya membawa seorang pemuda menjadi trend setter kebaikan .Modal ini mesti lah perlu diasah, diarahkan, dikembangkan, didayagunakan agar menjadi sesuatu yang bermanfaat secara komunal. khoirunnaas anfa uhum linnas adalah spirit yang mestinya menjadi motivator bagi pemuda untuk dinamis berfastabiqul khairaat.

Sehingga pemuda pemudi islam perannya menjadi layaknya pohon, pohon yang baik (syajarah thoyyibah) yang ashluha tsabitun ( berakar menghunjam ke bumi ), wa faruha fis samaa ( dahannya rindang menjulang ke langit), tuthi ukuluha kulla hiinin bi idzni rabbiha , produktif menghasilkan buah keshalihan setiap hari dengan izin Rabbnya.

Semoga..

Wallahu alam.

(sebuah nasehat untuk diri sendiri)

~ by inas39 on February 19, 2008.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.