MATA PANAH YANG TUMPUL ?, OH …..NO !!!…….
Dalam dunia ekonomi bila kita bicara masalah distribusi barang/pemasaran produk, salah satu system yang cukup pesat berkembang pada dekade belakangan ini adalah system MLM (Multi Level Marketing). Dalam system MLM ini barang di jual/ dipasarkan melalui konsumen yang juga berfungsi pula sebagai penyalur.konsumen ikut penjadi penjual.seorang upline yang merupakan seorang anggota yang terlebih dahulu mendapatkan keanggotaan mendistribusikan dan menjual barang kepada downline yang merupakan anggota yang baru berafiliasi dalam MLM tersebut.satu upline mungkin akan merekrut beberapa downline,demikian pula downline akan mencari orang lain lagi untuk bergabung dalam system itu.demikian seterusnya sehingga jaringan pemasarannya semakin luas dan berkembang.
Dalam dunia “kebaikan” bisa jadi pemasaran dan distribusi kebaikan dikembangkan pula dengan system MLM ini. Karena dalam islam memang tak dikenal system ananiah/individualisme dalam masalah kebaikan. Maslahat dan kebaikan mesti disebarkan, didistribusikan kepada sebanyak banyak orang.
“Sampaikan dariku walaupun hanya satu ayat”( HR. Ahmad, Bukhari dan Tarmizi). kesalihan pribadi saja tidak cukup, Islam mengajarkan keshalihan yang komunal dan memasyarakat, merupakan keindahan yang lebih punya makna.
Kembali ke soal MLM,anggap saja bila guru kita di “dunia kebaikan” ini sebagai upline, maka kita adalah downline nya, yang mestinya para down line ini menjadi downline yang produktif dengan ikut aktip berperan dalam distribusi kebaikan, termasuk dalam merekrut downline yang lain,untuk mengembangkan kebaikan dan maslahat dengan lebih luas.sebagai downline mestinya kita bekerja layaknya panah yang terlepas dari busurnya. Kemana busur islam diarahkan kesitulah panah berjalan, berjalan dengan kecepatan yang optimal dan menghunjam tepat disasaran. Untuk dapat menghunjamkan pengaruh kebaikan maka sebagai panah mestilah mempunya mata panah yang tajam..bisa jadi pemanah sudah mengarahkan panah pada arah sasaran sudah tepat namun karena mata panahnya tumpul tidak punya daya hunjam yang cukup, sehingga kebaikan yang dibawa menjadi tak tertancap dan tertanam .mata panah yang tumpul hanya akan menyebabkan tidak efisiennya energi pemanahnya,mata panah yang tumpul hanya akan menghambat distribusi kebaikan dan berkembangnya bangunan islam. Downline yang tidak produktip, selalu meminta tanpa pernah memberi, selalu menerima tanpa pernah berbagi, selalu menjadi objek tanpa mau menjadi subjek, selalu mencari kelemahan tanpa memberi solusi.
Sudah menjadi sunnatullah di dunia kebaikan , bahwa ladang ladang kebaikan tempat menanam kebenaran tak banyak orang yang tertarik untuk ikut berpeluh , membanting tulang bekerja menanam, merawat benih tanamanan al haq.Karenanya Allah telah menjanjikan hasil panen yang sedemikian indah dan utama sebagai rewardnya.
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS.Al Fushilat:33).
“ Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung” (QS 3 :104)
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana ( QS 9 : 71).
“Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya. Dan Itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Az-Zukhruf 71-72)
Dengan balasan yang seindah itu tidakkah kita merasa tergerak untuk ingin menjadi mata mata panah yang tajam, yang siap menghunjamkan kebaikan dan kebenaran dimana saja berada, disaat apapun juga, dalam keadaan ringan maupun berat, pada saat lapang maupun sempit, disaat senang maupun tak suka.
Wahai para mata panah janganlah engkau pernah tumpul atau bahkan gugur sebelum sasaran akhir tercapai.ialah sasaran keridhoanNya di dunia dan syurga.
Wallahu a’lam bishowab
Jinju 1 september 2007

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.