the spirit of Nongae

THE SPIRIT OF NONGAE

nongae.jpgBila sedang berkunjung ke Jinju, kota kecil tempat saya dan keluarga tinggal sekarang ini,selain jinju bibimbab /kkotbab (flower rice) yang terkenal dengan kekhasannya itu,ada satu lagi hal menarik yang khas di sini.Yang saya maksud adalah sebuah kartun bergambar wanita muda dengan pakaian hanbuk dan senyumannya yang unik, akan tampak menghiasi hampir di setiap sudut kota ,pasar, terminal,rumah sakit, kantor pos, toko buku,rumah makan, parkiran ,tiang listrik, papan nama perusahaan, kendaraan umum, tas belanja , bahkan tempat sampah .Dia lah Nongae, wanita muda di gambar itu.Nongae benar benar menjadi icon bagi kota dengan motto charm jinju ini.tak cuma itu Nongae adalah tokoh bagi Jinju bahkan pahlawan bagi korea.Siapakah Nongae sehingga sedemikian menjadi istimewa?.

 

Nongae kecil, lahir dan besar dalam sebuah keluarga sederhana ,meski demikian ia tumbuh menjadi seorang gadis yang pintar dan matang. Di usia tujuh belas tahun , dia pun menikah dengan Choi Gyeonghwae seorang pria yang banyak memberikan pengaruh dalam kehidupannya. Dua tahun kemudian , tahun 1592 saat Jepang menginvasi korea,suami Nongae diangkat sebagai komandan pasukan di wilayah Gyeongsang, sebuah daerah di bagian selatan korea. Diawal perjuangan kemenangan demi kemenganan diraih dalam peperangan itu, namun sayang dalam peperangan berdarah sebelas hari saat pasukan Choi Gyeonghwae mempertahankan benteng jinju,suami baik itu gugur bersama 70. 000 prajurit korea lainnya.Kemenangan itu dirayakan besar besaran oleh pasukan Jepang di benteng Jinju,dengan pesta minum dan mendatangkan para wanita. Nongae pun hadir di pesta itu dengan hanbuk terbaiknya.Disaat para wanita korea lain lemah dalam kekalahan sesungguhnya dengan melarutkan diri dalam pesta, Nongae memisahkan diri keluar menuju sebuah batu besar datar tepat di tepi Nam river, sebuah sungai besar tak jauh dari lokasi benteng Jinju. Kecantikan Nongae ternyata cukup memikat salah seorang jenderal tentara Jepang Geyamura Rokuske yang diam diam mengikutinya ke tepi sungai.singkat cerita keduanya pun menari diatas batu,namun bagi Nongae tarian itu bukan tarian biasa, tarian itu adalah tarian patriotisme demi sebuah cinta, cinta untuk suaminya dan cinta bagi bangsa korea, bagaimana tidak, diakhir tarian itu Nongae menceburkan dirinya sendiri ke Nam river sembari menarik sang jenderal Jepang yang sudah mabuk itu ke sungai,menahan sang jenderal keluar dari air dengan mengikatkan jemarinya dengan dua cincin kembar ditangan kanan dan kirinya. dan akhirnya keduanya tenggelam.Nongae tewas atas nama semangat loyalitas dan cinta, Itulah yang membuatnya istimewa.

 


 

Diluar itu, bagi saya kisah Nongae memberikan pelajaran sekali lagi tentang arti sebuah loyalitas dan cinta. Bagaimana kekuatan dua hal tersebut apabila dimaknai secara mendalam akan memberikan energi yang begitu dahsyat dan melahirkan sebuah keberanian luar biasa. Sebagai seorang muslim, tentu saja loyalitas dan cinta semacam ini hanya pantas kita persembahkan kepada Nya, Allah illah kita.cinta dan dedikasi selainNya mesti berbingkai atas cinta dan loyalitas kepadaNya.

 

Loyalitas dan cinta memerlukan kejujuran dan bukti, dalam arti tidak hanya sebatas angan dan kata kata, sebagaimana Nongae telah membuktikan dengan menenggelamkan sang jenderal Jepang, sekalipun nyawanya menjadi bayarannya. Tetapi itulah harga yang mesti dibeli atas nama kejujuran dan konsekuensi, yang membuktikan cinta dan loyalitasnya tidak menipu dan palsu, mesti ada nuansa keikhlasan , keteguhan, kesabaran, keberanian dan pengorbanan.

 

Begitu pula loyalitas dan cinta kepada Allah, tidak hanya berputar disekitar wacana, tetapi perlu aplikasi dalam bentuk amal amal keshalihan.sehingga semerbak keshalihan itu tidak hanya dirasakan sendiri secara pribadi tapi juga untuk manusia lainnya.Beramal shalih seoptimal kemampuan( bukan kemauan), sehingga amal itu menjadi amalan utama sebagai bukti loyalitas dan cinta.

 

Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah ra, ia bertanya kepada Rasulullah SAW : Amal apakah yang paling utama ? Beliau menjawab : iman kepada Allah dan berjuang di jalanNya. Saya bertanya : Memerdekakan budak bagaimana yang paling utama?. Beliau menjawab : memerdekakan budak ketika sangat disayang oleh tuannya dan yang paling mahal harganya. Saya bertanya : seandainya saya tidak mampu berbuat yang sedemikian lalu bagaimana? Beliau menjawab: kamu menbantu orang yang bekerja atau kamu menyibukkan diri agar hidupmu tidak sia sia.saya bertanya lagi. Wahai rasulullah bagaimana jika saya tidak mampu untuk melakukan sebagian pekerjaan itu?. Beliau menjawab : Janganlah kamu berbuat kejahatan kepada sesama manusia karena sesungguhnya yang demikian itu termasuk sedekah untuk dirimu (HR Bukhori- Muslim).

 

Nongae hanyalah sebagian dari penggal penggal kisah hidup manusia yang bisa menjadi ayat kauniyah bagi kita.semoga kita bisa membaca.

 

Wallahu alam bishowab.

 

 

Catatan.

 

Bibimbab = menu khas korea yang terdiri dari nasi dan pelengkapnya terdiri dari sayur, daging/telur dengan bumbu khas yang biasanya disajikan dalam mangkuk .

 

Hanbuk = pakaian tradisional korea

 

Jinju = kota kecil bersejarah di Propinsi Gyeongsang di wilayah selatan korea selatan

 

 

 

 

~ by inas39 on July 9, 2007.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.